goexport.org – Siapa bilang camilan jadul udah nggak laku? Faktanya, justru banyak yang kangen sama rasa-rasa klasik khas Indonesia. Ini dibuktikan langsung oleh Warung Al-Matiinu, usaha rumahan milik Kartini yang berhasil menghidupkan kembali camilan khas Betawi bahkan sampai tembus ke pasar luar negeri!
Nggak main-main, produk dari Warung Al-Matiinu sekarang sudah sampai ke Singapura. Gimana ceritanya bisa sejauh itu? Yuk, kita kupas kisahnya yang super inspiratif ini.
Camilan Jadul yang Naik Kelas
Semua bermula dari hobi sederhana: masak. Sejak tahun 2016, Kartini mulai merintis Warung Al-Matiinu dari rumah. Fokusnya jelas—mengangkat kembali camilan khas Betawi yang mulai jarang ditemui.
Tapi, Kartini sadar satu hal: kalau ingin bertahan, harus berani berinovasi.
Akhirnya, ia pun memodifikasi camilan tradisional dengan sentuhan rasa yang lebih kekinian. Jadi, bukan cuma orang tua yang suka, tapi juga anak muda.
“Saya ingin camilan Betawi jadul ini tetap hidup, tapi dengan rasa yang bisa diterima generasi sekarang,” kira-kira begitu prinsip yang dipegang Kartini.
Produk Andalan yang Bikin Ketagihan
Dari sekian banyak varian yang ditawarkan, ada beberapa produk Warung Al-Matiinu yang benar-benar jadi primadona dan selalu dicari pelanggan. Nggak cuma enak, tapi juga punya ciri khas yang bikin susah move on:
- Tingting Kacang
Camilan klasik yang satu ini punya perpaduan rasa manis dan gurih yang pas banget. Teksturnya renyah, tapi nggak keras di gigi. Cocok jadi teman ngopi atau ngemil santai di rumah. - Tingting Jahe Wijen
Nah, ini dia yang jadi best seller, bahkan sampai ke luar negeri! Ada sensasi hangat dari jahe yang dipadu dengan aroma khas wijen. Selain enak, banyak juga yang suka karena manfaatnya buat tubuh terutama buat menghangatkan badan. - Kembang Goyang
Camilan legendaris khas Betawi yang tampilannya unik seperti bunga. Rasanya gurih dengan sedikit sentuhan manis, dan pastinya super renyah. Sekali makan, biasanya susah berhenti!
Yang bikin menarik, meskipun ketiga produk ini termasuk camilan tradisional, Warung Al-Matiinu berhasil “menghidupkan” kembali dengan sentuhan yang lebih modern. Mulai dari rasa yang disesuaikan dengan lidah generasi sekarang, sampai kemasan yang lebih kekinian dan higienis.
Nggak heran kalau produk-produknya sekarang sudah bisa masuk ke retail besar seperti Indomaret dan berbagai toko grosir. Ini jadi bukti nyata kalau camilan lokal juga punya peluang besar buat naik kelas asal dikembangkan dengan serius dan penuh inovasi.
Titik Balik: Dari Lokal ke Internasional

Di awal merintis Warung Al-Matiinu, Kartini sebenarnya punya target yang sederhana: jualan yang penting enak, konsisten, dan disukai pelanggan. Soal ekspor? Jauh banget dari bayangannya.
Tapi semuanya berubah setelah ia ikut workshop ekspor dari Labamu. Dari sinilah perjalanan bisnisnya mulai naik level.
Beberapa hal penting yang jadi turning point setelah ikut workshop tersebut:
- Mulai Paham Standar Ekspor
Kartini jadi tahu kalau pasar luar negeri punya standar yang lebih ketat, mulai dari kualitas bahan, proses produksi, sampai kebersihan produk. - Upgrade Kualitas Produk
Nggak cuma rasa, tapi juga daya tahan produk, komposisi, dan konsistensi mulai diperbaiki agar siap bersaing di pasar global. - Perbaikan Kemasan
Kemasan dibuat lebih profesional, aman untuk pengiriman jarak jauh, dan tentunya lebih menarik secara visual. - Belajar Administrasi & Perizinan
Dari yang awalnya awam, Kartini mulai memahami proses perizinan ekspor, dokumen, hingga alur distribusi ke luar negeri. - Melihat Peluang Pasar Global
Ia jadi sadar kalau produk tradisional Indonesia ternyata punya daya tarik besar di luar negeri, terutama bagi diaspora dan pecinta kuliner unik.
Dan hasilnya benar-benar nggak main-main.
Nggak lama setelah semua persiapan itu, produk Warung Al-Matiinu mulai dilirik pasar Singapura. Dari yang awalnya cuma coba-coba, sekarang justru jadi peluang bisnis yang serius.
Dari sini bisa dilihat, kadang yang kita butuhin bukan cuma kerja keras tapi juga insight dan keberanian buat naik level.
Kolaborasi yang Buka Jalan Lebar

Keikutsertaan dalam program Labamu jadi salah satu kunci penting kesuksesan Warung Al-Matiinu. Dari sini, Kartini nggak cuma belajar, tapi juga dapat akses dan peluang baru.
Nggak berhenti di Singapura, Kartini juga punya harapan besar untuk menembus negara lain.
Karena menurutnya, produk lokal Indonesia punya potensi besar untuk bersaing di pasar global.
Dukungan dari Program Kurasi Produk
Perjalanan Warung Al-Matiinu sampai bisa tembus pasar internasional tentu nggak lepas dari berbagai dukungan, salah satunya lewat program kurasi produk IKM di Tangerang Selatan pada Agustus 2024.
Program ini diikuti oleh lebih dari 50 pelaku usaha, dan jadi momen penting buat para UMKM untuk “naik level” sebelum masuk ke pasar yang lebih luas termasuk ekspor.
Lewat program kurasi ini, ada banyak manfaat yang dirasakan, di antaranya:
- Peningkatan Kualitas Produk
Produk dicek secara menyeluruh, mulai dari rasa, bahan baku, hingga proses produksi. Tujuannya supaya kualitasnya konsisten dan sesuai standar pasar. - Standarisasi & Kelayakan Produk
Pelaku usaha dibimbing untuk memastikan produknya layak edar, baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk dari sisi keamanan pangan. - Evaluasi Kemasan
Kemasan jadi salah satu fokus utama. Mulai dari desain, informasi label, sampai ketahanan packaging untuk distribusi jarak jauh. - Pendampingan Branding
UMKM juga dibantu membangun identitas brand yang lebih kuat, supaya produk lebih mudah dikenali dan punya daya saing. - Akses ke Pasar yang Lebih Luas
Setelah lolos kurasi, peluang untuk masuk ke retail modern, marketplace besar, hingga pasar ekspor jadi semakin terbuka. - Networking & Kolaborasi
Program ini juga jadi ajang ketemu sesama pelaku usaha, distributor, hingga pihak yang bisa membuka peluang bisnis baru.
Dengan adanya program seperti ini, produk seperti milik Warung Al-Matiinu jadi lebih siap “bertarung” di pasar yang lebih kompetitif.
Nggak cuma jago di kandang sendiri, tapi juga punya bekal kuat untuk bersaing di pasar internasional.
Saatnya UMKM Naik Level!
Kisah sukses Warung Al-Matiinu jadi bukti nyata kalau usaha rumahan pun punya peluang besar untuk menembus pasar global. Kuncinya bukan cuma di produk yang enak, tapi juga kemauan untuk belajar, berkembang, dan berani keluar dari zona nyaman.
Dari yang awalnya hanya dikenal di lingkungan sekitar, kini bisa ekspor ke Singapura—semua berawal dari langkah kecil yang konsisten dan keputusan untuk upgrade ilmu lewat pelatihan yang tepat.
Kalau kamu juga punya mimpi membawa produk lokal ke pasar internasional, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai.
Mau Produkmu Ikut Go International? Mulai dari Sini!
Jangan cuma jadi penonton, kamu juga bisa jadi pelaku ekspor berikutnya.
Ikuti berbagai pelatihan ekspor, workshop, dan seminar dari Go Export yang dirancang khusus untuk bantu UMKM seperti kamu naik kelas.
Dengan bimbingan yang tepat, kamu akan belajar:
- Cara mempersiapkan produk agar layak ekspor
- Strategi menembus pasar luar negeri
- Tips menemukan buyer internasional
- Hingga proses pengiriman dan dokumen ekspor
✨ Nggak perlu bingung mulai dari mana, karena semuanya akan dipandu step by step.
Yuk, ambil langkah pertamamu sekarang dan wujudkan produk lokal jadi global bareng Go Export!




