goexport.org – Kalau kamu baru mulai tertarik terjun ke bisnis ekspor, khususnya ekspor arang kayu, kamu datang ke tempat yang tepat. Banyak orang yang sebenarnya punya potensi produksi arang besar, tapi bingung gimana caranya membawa produk itu ke pasar internasional. Padahal, permintaan arang kayu mulai dari BBQ charcoal, shisha, hingga charcoal briquette lagi tinggi-tingginya di banyak negara seperti Jepang, Korea, Arab Saudi, dan Eropa. Nah, biar kamu nggak ribet, di artikel ini aku bakal bahas cara ekspor arang kayu dari nol, step by step, yang bisa langsung kamu praktikkan.
Ekspor Arang Kayu
Ekspor arang kayu adalah kegiatan mengirim dan menjual produk arang berbahan kayu dari Indonesia ke negara lain dengan tujuan komersial. Jadi, kamu nggak cuma menjual arang ke pasar lokal, tapi sudah naik level ke pasar internasional yang punya standar lebih tinggi dan potensi keuntungan lebih besar.
Dalam proses ekspor ini, produsen atau eksportir harus memenuhi beberapa hal:
- Kualitas arang yang sesuai standar negara tujuan
- Legalitas usaha dan dokumen ekspor
- Proses pengiriman yang aman dan sesuai regulasi
Produk arang yang diekspor juga beragam, mulai dari:
- Arang kayu alami (hardwood charcoal)
- Arang briket
- Arang untuk shisha
- Arang untuk BBQ
- Lump charcoal
Intinya, selama arang tersebut lolos standar kualitas dan legalitas, produk itu bisa banget masuk ke pasar luar negeri.
Manfaat Ekspor Arang Kayu

- Harga Jual Lebih Tinggi dari Pasar Lokal
Di pasar lokal, harga arang memang cenderung stabil tapi tidak terlalu tinggi. Namun di pasar internasional, harga bisa 2–5 kali lipat lebih besar, apalagi untuk produk premium seperti shisha briquette atau hardwood charcoal grade A.
- Pasar yang Lebih Luas dan Stabil
Negara-negara seperti Jepang, Korea, Turki, Arab Saudi, Jerman, dan Australia punya kebutuhan arang yang tinggi dan konsisten. Selama kualitas kamu stabil, repeat order hampir pasti terjadi.
- Potensi Skala Bisnis Lebih Besar
Ekspor membuka peluang kamu untuk produksi lebih banyak, kerja sama dengan lebih banyak pemasok bahan baku, sampai membuka gudang atau pabrik khusus.
- Meningkatkan Nilai Produk Lokal
Arang kayu yang tadinya cuma dianggap barang biasa di pasar lokal ternyata punya nilai tambah besar jika dijual ke negara lain. Kamu membantu mengangkat potensi daerah juga.
- Meningkatkan Kredibilitas Usaha
Begitu kamu bisa ekspor, reputasi usaha kamu naik otomatis. Ini bikin kamu lebih mudah dapat buyer, investor, bahkan kerja sama jangka panjang.
Peluang Pasar Ekspor Arang Kayu

- Permintaan Tinggi dari Negara Timur Tengah
Negara seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait sangat membutuhkan briket shisha dan arang BBQ. Konsumsi mereka besar dan hampir tidak pernah turun.
- Jepang & Korea Butuh Arang Berkualitas Tinggi
Kedua negara ini terkenal dengan budaya BBQ dan grill. Mereka cari arang dengan:
- durasi bakar lama
- panas stabil
- bau minim
Indonesia jadi salah satu pemasok favorit.
- Eropa Mulai Beralih ke Arang Ramah Lingkungan
Pasar Eropa semakin melirik arang dari tempurung kelapa sebagai alternatif ramah lingkungan. Ini peluang besar karena Indonesia adalah produsen tempurung kelapa terbesar di dunia.
- Tren Outdoor Cooking & BBQ Meningkat Global
Sejak pandemi, tren masak outdoor dan BBQ meningkat drastis. Ini bikin permintaan arang terutama briquette BBQ terus naik sampai sekarang.
- Indonesia Punya Bahan Baku Melimpah
Mulai dari kayu keras, tempurung kelapa, sampai limbah biomassa, semuanya tersedia melimpah. Artinya, kamu punya bahan baku yang murah dan mudah untuk skala besar.
- Produk Arang Mudah Disesuaikan
Buyer sering minta:
- ukuran berbeda
- kemasan premium
- kadar abu tertentu
- bentuk khusus (cubic, hexagonal, finger briquette)
Semua bisa disesuaikan sehingga makin banyak varian produk yang bisa kamu tawarkan.
Cara Ekspor Arang Kayu
Setelah memahami manfaat dan peluang pasar, sekarang masuk ke bagian yang paling penting: gimana sih cara ekspor arang kayu dari nol? Berikut panduan lengkap yang bisa langsung kamu ikuti:
- Siapkan Legalitas Usaha
Sebelum ngomongin buyer, kamu wajib punya legalitas dasar supaya bisa mengurus dokumen ekspor. Yang perlu kamu siapkan antara lain:
- NIB (Nomor Induk Berusaha) dari OSS
- NPWP usaha/perorangan
- Surat keterangan usaha (UMKM/UD/CV/PT)
- SVLK (kalau bahan arang kamu berasal dari kayu tertentu)
- Pastikan Produksi dan Kualitas Stabil
Buyer luar negeri hanya mau produk yang kualitasnya konsisten. Jadi, pastikan dulu produksi kamu siap untuk skala ekspor. Beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Arang kering 100%, tidak mudah retak
- Nilai abu rendah
- Panas stabil dan tidak berbau
- Ukuran seragam
- Packing rapi dan kuat
Kualitas menentukan repeat order, jadi jangan disepelekan.
- Tentukan Spesifikasi Produk
Tiap negara punya standar berbeda. Misalnya:
- Timur Tengah suka briket shisha ukuran 25mm
- Eropa suka bbq briquette pack 2–10 kg
- Jepang suka hardwood charcoal burn time panjang
Tuliskan spesifikasi kamu dengan detail: kadar air, kadar abu, fixed carbon, ukuran, bentuk, dan jenis packing.
- Tentukan Harga Jual yang Kompetitif
Dalam ekspor, harga biasanya memakai skema:
- FOB (Free On Board) – paling aman untuk pemula
- CNF/CFR – harga sudah termasuk biaya pengiriman
- CIF – sudah termasuk biaya pengiriman + asuransi
Hitung semua biaya dari produksi, packing, transport, dokumen, sampai margin.
- Cari dan Validasi Buyer
Kamu bisa cari buyer lewat:
- Alibaba, Tradewheel, Global Sources
- Facebook Group importir/eksportir
- Website usaha kamu sendiri
Setelah ada yang tertarik, validasi dulu: minta data perusahaan, website, invoice sebelumnya, atau nomor kantor. Ini penting untuk menghindari buyer palsu.
- Buat Sampel dan Kirim ke Buyer
Biasanya buyer akan minta sampel untuk tes kualitas. Kirim dalam packing yang rapi, lengkap dengan spesifikasi produk. Dari sinilah kesepakatan harga dan kuantitas biasanya dimulai.
- Negosiasi Kontrak dan Pembayaran
Gunakan metode yang aman:
- LC (paling aman)
- TT (paling umum)
- Down Payment minimal 30%
Jangan kirim barang tanpa DP untuk buyer baru.
- Urus Dokumen Ekspor
Dokumen wajib:
- Invoice
- Packing List
- Bill of Lading
- COO (Certificate of Origin)
- SVLK (jika diminta)
Semua bisa dibantu freight forwarder.
- Kirim Barang Lewat Kontainer
Pilih ukuran kontainer:
- 20 feet (17–19 ton)
- 40 feet (24–26 ton)
Pastikan kontainer kering dan barang tersusun rapi.
Yuk gabung di Pelatihan dan Pendampingan Go Export!
Di sini kamu bisa belajar langsung dari praktisi ekspor yang sudah mengirim barang ke banyak negara. Kamu akan dibimbing dari nol sampai benar-benar paham cara ekspor arang kayu maupun produk lainnya.
Go Export juga punya:
- Kelas Seminar – cocok buat pemula yang ingin memahami gambaran besar dunia ekspor
- Kelas Workshop – cocok buat kamu yang ingin praktik langsung mulai dari riset buyer sampai simulasi deal
Daftar dan gabung di pelatihan Go Export sekarang juga!
Biar langkah pertama kamu menuju dunia ekspor jadi lebih cepat, lebih mudah, dan jauh lebih aman.





1 Komentar
Pingback: Cara Bisnis Ekspor Modal Kecil dari Rumah & Tanpa Perusahaan!