goexport.org – Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil cengkeh terbesar di dunia. Nggak heran kalau permintaan cengkeh dari luar negeri terus meningkat, baik untuk industri rokok, makanan, farmasi, sampai kosmetik. Tapi sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang bingung soal cara ekspor cengkeh ke luar negeri yang benar, aman, dan tentunya legal.
Kalau kamu salah satunya, tenang saja. Di artikel ini, kita bakal bahas langkah-langkah ekspor cengkeh dengan bahasa santai, mudah dipahami, dan cocok buat pemula.
Baca juga: Cara Ekspor Daun Salam Kering agar Tembus Pasar Global
Tahukah kamu? Indonesia ternyata menjadi eksportir cengkeh terbesar ke India. Masyarakat India memang dikenal sangat menyukai rempah dengan aroma kuat, termasuk cengkeh.
Ada beberapa alasan kenapa permintaan cengkeh Indonesia di India begitu tinggi:
Kalau bicara soal rempah, Singapura memang bukan negara penghasil. Lahan terbatas membuat mereka bergantung pada impor, termasuk untuk komoditas cengkeh. Dan di sinilah Indonesia punya peluang besar.
Fakta uniknya, meskipun bukan produsen, Singapura juga mengekspor cengkeh. Kok bisa? Jawabannya sederhana: Singapura mengimpor cengkeh, mengolahnya, lalu mengekspor kembali ke negara lain seperti India, Bangladesh, bahkan Indonesia sendiri.
Karena kualitas cengkeh Indonesia sudah terbukti, Singapura menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemasok utama. Inilah alasan kenapa Singapura tetap menjadi pasar potensial bagi ekspor cengkeh Indonesia.
Berdasarkan data tahun 2022, Indonesia mengekspor 282 ton cengkeh ke Singapura dengan nilai sekitar 1,695 juta dolar AS. Singapura berada di peringkat ke-8 sebagai negara pengimpor cengkeh Indonesia. Sementara itu, potensi pertumbuhan ekspor yang belum tergarap di pasar Singapura mencapai 26 juta dolar AS.
Arab Saudi menempati posisi ketiga sebagai negara paling potensial untuk ekspor cengkeh Indonesia. Salah satu alasan utamanya adalah tingginya kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umrah yang terus meningkat setiap tahun.
Untuk memenuhi kebutuhan makanan, minuman, dan produk herbal, Arab Saudi mengimpor rempah-rempah seperti cengkeh, kayu manis, dan kapulaga dalam jumlah besar. Salah satu importir rempah terbesar di Arab Saudi adalah ESNAD Company Limited yang berbasis di Jeddah.
Data menunjukkan bahwa potensi ekspor cengkeh Indonesia ke Arab Saudi masih terbuka lebar, dengan nilai unrealized export potential sebesar 3,1 juta dolar AS.
Bahkan, pada tahun 2022, Arab Saudi menjadi negara pengimpor cengkeh Indonesia terbesar, dengan nilai ekspor mencapai 14,863 juta dolar AS atau setara dengan volume sekitar 1.713 ton.
Cengkeh Indonesia, Kenapa Jadi Rebutan Dunia?
Bukan rahasia lagi kalau cengkeh asal Indonesia punya kualitas yang beda dari cengkeh negara lain. Bahkan, cengkeh Indonesia sering dianggap “kelas premium” di pasar internasional. Kenapa bisa begitu? Mengutip informasi dari Kemlu RI, cengkeh Indonesia dipanen dengan cara yang masih sangat alami, yaitu dipetik langsung menggunakan tangan, bukan mesin. Proses pengeringannya pun dilakukan tanpa fermentasi, sehingga aroma dan rasa alaminya tetap terjaga. Dari sisi kandungan, cengkeh Indonesia juga unggul. Kadar minyaknya bisa di atas 18 persen, dengan kandungan eugenol lebih dari 70 persen. Belum lagi faktor tanah Indonesia yang memiliki tingkat pH ideal untuk pertumbuhan cengkeh. Kombinasi inilah yang membuat kualitas cengkeh Indonesia sulit ditandingi. Nggak heran kalau cengkeh dari Indonesia selalu jadi incaran pasar global.Permintaan Global Tinggi, Eksportir Indonesia Terus Bertambah
Tingginya kualitas ini sejalan dengan besarnya permintaan dunia. Berdasarkan data dari trademap.org, saat ini tercatat sekitar 122 perusahaan Indonesia yang aktif mengekspor cengkeh ke berbagai negara. Jumlah yang cukup besar, dan ini jadi bukti kalau bisnis cengkeh punya potensi yang sangat menjanjikan. Secara global, produk cengkeh dengan kode HS 0907 memang punya pasar yang luas dan stabil. Cengkeh digunakan di banyak sektor, mulai dari makanan, minuman, farmasi, hingga industri herbal. Artinya, peluang ekspor masih terbuka lebar, terutama bagi pelaku usaha baru.Negara Tujuan Ekspor Cengkeh Paling Potensial
Lalu, negara mana saja yang paling potensial untuk ekspor cengkeh dari Indonesia? Berdasarkan data dari exportpotential.intracen.org, ada tiga negara yang menonjol: India, Singapura, dan Arab Saudi. Yuk, kita bahas satu per satu.1. India, Pasar Utama Cengkeh Indonesia
Tahukah kamu? Indonesia ternyata menjadi eksportir cengkeh terbesar ke India. Masyarakat India memang dikenal sangat menyukai rempah dengan aroma kuat, termasuk cengkeh.
Ada beberapa alasan kenapa permintaan cengkeh Indonesia di India begitu tinggi:
- Aroma dan rasa cengkeh Indonesia lebih tajam dan khas
- Digunakan luas untuk masakan, minuman, hingga obat tradisional
- Harga relatif kompetitif
- Khasiat kesehatannya sudah dipercaya secara turun-temurun
2. Singapura, Bukan Produsen Tapi Pemain Besar
Kalau bicara soal rempah, Singapura memang bukan negara penghasil. Lahan terbatas membuat mereka bergantung pada impor, termasuk untuk komoditas cengkeh. Dan di sinilah Indonesia punya peluang besar.
Fakta uniknya, meskipun bukan produsen, Singapura juga mengekspor cengkeh. Kok bisa? Jawabannya sederhana: Singapura mengimpor cengkeh, mengolahnya, lalu mengekspor kembali ke negara lain seperti India, Bangladesh, bahkan Indonesia sendiri.
Karena kualitas cengkeh Indonesia sudah terbukti, Singapura menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemasok utama. Inilah alasan kenapa Singapura tetap menjadi pasar potensial bagi ekspor cengkeh Indonesia.
Berdasarkan data tahun 2022, Indonesia mengekspor 282 ton cengkeh ke Singapura dengan nilai sekitar 1,695 juta dolar AS. Singapura berada di peringkat ke-8 sebagai negara pengimpor cengkeh Indonesia. Sementara itu, potensi pertumbuhan ekspor yang belum tergarap di pasar Singapura mencapai 26 juta dolar AS.
3. Arab Saudi, Didukung Jamaah Haji dan Umrah
Arab Saudi menempati posisi ketiga sebagai negara paling potensial untuk ekspor cengkeh Indonesia. Salah satu alasan utamanya adalah tingginya kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umrah yang terus meningkat setiap tahun.
Untuk memenuhi kebutuhan makanan, minuman, dan produk herbal, Arab Saudi mengimpor rempah-rempah seperti cengkeh, kayu manis, dan kapulaga dalam jumlah besar. Salah satu importir rempah terbesar di Arab Saudi adalah ESNAD Company Limited yang berbasis di Jeddah.
Data menunjukkan bahwa potensi ekspor cengkeh Indonesia ke Arab Saudi masih terbuka lebar, dengan nilai unrealized export potential sebesar 3,1 juta dolar AS.
Bahkan, pada tahun 2022, Arab Saudi menjadi negara pengimpor cengkeh Indonesia terbesar, dengan nilai ekspor mencapai 14,863 juta dolar AS atau setara dengan volume sekitar 1.713 ton.
Peran Pemerintah dalam Mendorong Ekspor Cengkeh
Meski Indonesia termasuk produsen cengkeh terbesar dunia, persaingan global tetap ketat. Berdasarkan data exportpotential.intracen.org, negara pemasok utama cengkeh dunia saat ini adalah Madagaskar, Indonesia, dan Uni Emirat Arab. Agar tetap kompetitif, peran pemerintah sangat dibutuhkan. Beberapa strategi yang direkomendasikan oleh para peneliti (Haryana, S. dkk) antara lain:- Mengoptimalkan pemanfaatan lahan cengkeh
- Meningkatkan kualitas hasil panen
- Memperluas pasar ekspor
- Menguatkan kelembagaan petani
- Menjalin kerja sama dengan industri pengolahan di negara tujuan
- Mendorong sistem pertanian organik
- Menjaga stabilitas ekonomi nasional yang mendukung sektor rempah
Mau Mulai Ekspor dengan Lebih Pasti dan Terarah?
Kalau kamu serius ingin membawa cengkeh Indonesia menembus pasar global, Go Export bisa jadi partner belajar yang tepat buat kamu. Melalui pelatihan ekspor, workshop, dan seminar, Go Export membantu pelaku usaha memahami dunia ekspor dari nol sampai siap kirim. Materinya praktis, aplikatif, dan dibawakan langsung oleh para praktisi yang sudah berpengalaman di pasar internasional.Di Go Export, kamu bisa belajar tentang:
- Dasar dan strategi ekspor yang aman dan legal
- Cara mencari buyer luar negeri yang terpercaya
- Pengurusan dokumen ekspor tanpa ribet
- Tips negosiasi dan sistem pembayaran internasional
- Studi kasus ekspor nyata dari berbagai komoditas
Jangan biarkan peluang besar ini lewat begitu saja. Upgrade ilmu, perluas jaringan, dan siapkan bisnismu untuk go international bersama Go Export.




