goexport.org – Dalam dunia ekspor, istilah freight pasti sering kamu dengar. Freight sendiri adalah biaya pengiriman barang dari negara asal ke negara tujuan. Nah, masalahnya, masih banyak pelaku usaha yang bingung cara menghitung freight ekspor dengan benar. Padahal, salah hitung sedikit saja bisa bikin biaya membengkak dan margin keuntungan menipis.
Tenang, di artikel ini kita bakal bahas cara menghitung freight ekspor dengan bahasa yang gampang dipahami, tanpa ribet, dan pastinya akurat.
Baca juga: Bagaimana Cara Ekspor ke Luar Negeri? Ini Syarat & Prosesnya
Biasanya digunakan untuk pengiriman barang dalam jumlah besar. Biayanya relatif lebih murah, tapi waktu pengirimannya lebih lama.
Cocok untuk barang bernilai tinggi atau butuh cepat sampai. Biayanya lebih mahal dibanding pengiriman laut.
Setiap jenis freight punya cara hitung yang sedikit berbeda.
Apa Itu Freight Ekspor?
Freight ekspor adalah biaya yang dibayarkan kepada jasa pengiriman internasional untuk mengangkut barang ke luar negeri. Biaya ini bisa berbeda-beda tergantung beberapa faktor, seperti:- Jenis transportasi (laut atau udara)
- Berat dan volume barang
- Jarak negara tujuan
- Jenis layanan pengiriman
- Incoterms yang digunakan
Jenis Freight dalam Ekspor
Sebelum masuk ke perhitungan, penting untuk tahu jenis freight yang paling umum digunakan:1. Ocean Freight (Pengiriman Laut)
Biasanya digunakan untuk pengiriman barang dalam jumlah besar. Biayanya relatif lebih murah, tapi waktu pengirimannya lebih lama.
2. Air Freight (Pengiriman Udara)
Cocok untuk barang bernilai tinggi atau butuh cepat sampai. Biayanya lebih mahal dibanding pengiriman laut.
Setiap jenis freight punya cara hitung yang sedikit berbeda.
Apa Itu CIF dalam Proses Logistik?
CIF (Cost, Insurance, and Freight adalah salah satu Incoterms yang mengatur pembagian biaya dan tanggung jawab antara penjual dan pembeli dalam transaksi internasional. Dengan skema CIF, penjual bertanggung jawab penuh atas biaya barang, asuransi, dan ongkos kirim sampai barang tiba di pelabuhan tujuan. Namun perlu dicatat, meskipun penjual menanggung biaya hingga pelabuhan tujuan, hak kepemilikan barang sebenarnya berpindah ke pembeli saat barang sudah naik kapal di pelabuhan muat. Artinya, secara risiko kepemilikan sudah beralih, tapi biaya dan pengurusan tetap ditangani penjual sampai tujuan. Skema ini sering dipilih karena dianggap praktis dan minim ribet, terutama buat pembeli yang belum terlalu paham urusan logistik internasional.Kenapa Banyak Bisnis Memilih CIF?
Ada beberapa alasan kenapa CIF jadi incoterm favorit, khususnya untuk importir pemula.- Urusan Administrasi Jadi Lebih Simpel
- Biaya Lebih Transparan Sejak Awal
- Lebih Mudah Mengatur Budget
- Barang Lebih Aman Karena Diasuransikan
- Operasional Pembeli Jadi Lebih Ringan
- Penawaran Lebih Fleksibel
Rumus dan Cara Menghitung CIF
Secara sederhana, CIF terdiri dari tiga komponen utama: CIF = Harga Barang + Biaya Asuransi + Biaya Pengiriman (Freight) Biar makin jelas, kita bahas satu per satu.- Harga Barang
- Biaya Asuransi
- Biaya Pengiriman (Freight)
Contoh Perhitungan CIF yang Mudah Dipahami
Misalnya, PT Elektronik Asia dari Jepang mengirim 100 unit laptop ke PT Distributor Indo di Indonesia. Detailnya sebagai berikut:- Harga per unit: USD 500
- Biaya asuransi: 1% dari total nilai barang
- Biaya pengiriman: USD 15 per unit
- Kurs: 1 USD = Rp14.000
Perbedaan CIF dan FOB yang Wajib Dipahami
Perbedaan paling mencolok antara CIF dan FOB ada pada titik berakhirnya tanggung jawab penjual.- CIF: Penjual menanggung biaya hingga barang tiba di pelabuhan tujuan.
- FOB (Free on Board): Tanggung jawab penjual hanya sampai barang naik ke kapal di pelabuhan muat. Setelah itu, asuransi dan pengiriman menjadi urusan pembeli.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Freight Ekspor
Selain berat dan volume, ada beberapa faktor tambahan yang bisa memengaruhi biaya:- Fuel surcharge
- Peak season surcharge
- Handling fee
- Port of loading & port of destination
- Jenis barang (general cargo atau dangerous goods)
Tips Supaya Hitung Freight Ekspor Lebih Akurat
Biar gak salah hitung, coba terapkan tips berikut:- Ukur dimensi barang dengan teliti
- Timbang barang sebelum kirim
- Bandingkan beberapa jasa forwarder
- Pastikan incoterms yang dipakai jelas
- Selalu minta simulasi biaya sebelum deal
Saatnya Naik Level di Dunia Ekspor
Memahami perhitungan CIF memang jadi langkah awal yang penting, tapi dunia ekspor itu jauh lebih luas dari sekadar hitung-hitungan biaya. Ada banyak hal lain yang perlu dipahami, mulai dari dokumen ekspor, pemilihan Incoterms, strategi negosiasi, sampai cara menghindari risiko kerugian saat kirim barang ke luar negeri. Kalau kamu serius ingin terjun ke bisnis ekspor atau ingin usaha yang sudah jalan jadi makin rapi dan profesional, belajar langsung dari ahlinya adalah pilihan paling aman dan efektif. Baca juga: Cara Mengurus Dokumen Ekspor dengan Benar, Panduan LengkapBelajar Ekspor Lebih Praktis & Terarah di Go Export
Daripada trial and error yang bisa makan waktu dan biaya, lebih baik langsung dibimbing oleh praktisi berpengalaman. Di Go Export, kamu bisa memilih berbagai pelatihan ekspor, workshop, dan seminar yang dirancang khusus untuk pemula sampai pebisnis yang ingin scale up.Mulai dari teori dasar sampai praktik lapangan, semuanya dibahas dengan bahasa yang mudah dipahami dan aplikatif. Jadi kamu gak cuma paham konsep, tapi juga siap langsung action.
👉 Yuk, pilih pelatihan ekspor, workshop, dan seminar terbaik di Go Export sekarang, dan mulai langkah ekspormu dengan lebih percaya diri!
Kalau mau, aku juga bisa bantu menyesuaikan CTA ini biar lebih hard selling atau soft selling sesuai target audiens kamu.





1 Komentar
Pingback: Bagaimana Cara Mencari Buyer untuk Ekspor? Ini Strateginya