goexport.org – Minyak jelantah sering dianggap limbah dapur yang nggak ada nilainya. Padahal, di luar negeri, minyak bekas ini justru jadi komoditas ekspor yang cukup menjanjikan. Banyak negara memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel, sabun industri, hingga produk ramah lingkungan lainnya. Nah, kalau kamu tertarik terjun ke bisnis ini, penting banget buat tahu cara ekspor minyak jelantah ke luar negeri secara legal. Jangan asal kirim, karena komoditas ini punya aturan ketat. Yuk, kita bahas satu per satu dengan bahasa yang simpel dan mudah dipahami.
Minyak jelantah yang selama ini cuma dikenal sebagai limbah rumah tangga atau restoran, ternyata punya nilai ekonomi tinggi di pasar internasional. Banyak negara di Eropa dan Asia membutuhkan minyak bekas ini sebagai bahan baku biodiesel dan produk industri ramah lingkungan.
Dengan tingginya permintaan global, ekspor minyak jelantah menjadi peluang bisnis baru yang cukup menjanjikan di Indonesia. Tapi perlu dicatat, karena minyak jelantah masuk kategori limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), proses ekspornya tidak bisa dilakukan sembarangan.
Supaya tidak salah langkah, berikut panduan lengkap mulai dari pengertian, syarat, izin, cara ekspor, sampai negara tujuan ekspor minyak jelantah.
Dalam cara ekspor minyak jelantah, perizinan adalah tahap paling krusial. Beberapa izin dan dokumen yang harus disiapkan antara lain:
Berikut langkah-langkah teknis dalam melakukan ekspor minyak jelantah secara legal:
Apa Itu Minyak Jelantah?
Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas pakai yang telah mengalami pemanasan berulang kali. Biasanya berasal dari:- Rumah tangga
- Restoran
- Hotel
- Industri makanan
- Bahan baku biodiesel
- Pembuatan sabun
- Lilin
- Produk kimia industri lainnya
Syarat Ekspor Minyak Jelantah
Karena tergolong limbah B3, ada sejumlah syarat wajib yang harus dipenuhi dalam cara ekspor minyak jelantah.- Memiliki Legalitas Usaha
- CV
- PT
- Koperasi
- Terdaftar resmi di OSS
- Memiliki izin pengelolaan limbah B3 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)
- Memenuhi Standar Kualitas
- Kadar FFA (Free Fatty Acid) sesuai spesifikasi
- Kadar air dalam batas aman
- Tidak tercampur zat berbahaya lainnya
- Memiliki Mitra atau Pembeli Luar Negeri
- Letter of Intent (LOI)
- Atau kontrak kerja sama dengan buyer luar negeri
Izin yang Dibutuhkan untuk Ekspor Minyak Jelantah
Dalam cara ekspor minyak jelantah, perizinan adalah tahap paling krusial. Beberapa izin dan dokumen yang harus disiapkan antara lain:
- Dokumen Legal Usaha
- Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
- Nomor Induk Berusaha (NIB)
- Izin TPS Limbah B3 (Tempat Penampungan Sementara)
- Izin Teknis Ekspor
- Persetujuan Teknis Ekspor Limbah B3
- Diajukan ke KLHK
- Disesuaikan dengan jenis dan jumlah limbah
- Surat Persetujuan Ekspor (SPE)
- Diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan
- Dikeluarkan setelah ada persetujuan dari KLHK
- Dokumen Pabean
- Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)
- Invoice
- Packing list
- Bill of Lading (B/L)
Cara Ekspor Minyak Jelantah
Berikut langkah-langkah teknis dalam melakukan ekspor minyak jelantah secara legal:
- Pengumpulan Minyak Jelantah
- Kumpulkan minyak dari rumah makan, restoran, hotel, atau mitra penghasil limbah
- Pastikan minyak tidak tercampur bahan lain
- Penyaringan Awal
- Lakukan penyaringan kasar
- Hilangkan sisa makanan dan padatan
- Penyimpanan
- Simpan minyak jelantah dalam:
- Drum khusus
- Tangki berstandar limbah B3
- Pastikan wadah aman dan tidak bocor
- Uji Laboratorium
- Kirim sampel ke laboratorium terakreditasi
- Lakukan pengujian FFA, kadar air, dan parameter lain
- Pengurusan Perizinan
- Ajukan izin teknis ke KLHK
- Urus SPE ke Kementerian Perdagangan
- Lengkapi dokumen kepabeanan
- Negosiasi dan Kontrak Ekspor
- Tentukan harga, volume, dan spesifikasi
- Sepakati metode pembayaran
- Tentukan skema pengiriman
- Pengapalan
- Umumnya menggunakan jalur laut
- Bisa menggunakan kontainer atau flexitank
- Disesuaikan dengan volume dan negara tujuan
Negara Tujuan Ekspor Minyak Jelantah
Permintaan minyak jelantah di pasar global terus meningkat, seiring banyaknya negara yang mulai serius mengembangkan energi terbarukan, khususnya biodiesel. Minyak jelantah dinilai lebih ramah lingkungan karena berasal dari limbah, sehingga cocok dengan kebijakan pengurangan emisi karbon. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara pemasok potensial karena ketersediaan minyak jelantah yang melimpah dari sektor rumah tangga, restoran, hingga industri makanan. Berikut beberapa negara tujuan utama ekspor minyak jelantah yang paling banyak diminati:- Belanda
- Jerman
- Spanyol
- Italia
- Amerika Serikat
- India
Siap Mulai Ekspor Minyak Jelantah dengan Lebih Percaya Diri?
Kalau kamu ingin terjun ke dunia ekspor minyak jelantah tanpa trial and error yang mahal, Go Export hadir sebagai solusi tepat. Melalui pelatihan ekspor, workshop, dan seminar, kamu bisa belajar langsung dari praktisi berpengalaman yang sudah paham seluk-beluk ekspor, mulai dari perizinan, dokumen, hingga strategi menembus pasar global.Di Go Export, kamu tidak hanya mendapatkan teori, tapi juga:
- Studi kasus nyata ekspor
- Update regulasi terbaru
- Networking dengan pelaku ekspor lainnya
- Panduan praktis yang bisa langsung diterapkan
Jangan biarkan peluang ekspor minyak jelantah lewat begitu saja. Tingkatkan skill, perluas jaringan, dan siapkan bisnismu untuk menembus pasar internasional bersama Go Export.




