goexport.org – Banyak orang berpikir kalau ekspor ke luar negeri itu ribet, mahal, dan cuma bisa dilakukan perusahaan besar. Padahal kenyataannya, ekspor bisa dimulai oleh siapa saja, termasuk UMKM dan pebisnis pemula. Asalkan tahu alurnya, syaratnya, dan tidak asal jalan. Kalau kamu masih bertanya-tanya bagaimana cara ekspor ke luar negeri, artikel ini bakal bantu kamu memahami prosesnya dari awal sampai barang siap dikirim.
Sebagai pelaku usaha, punya mimpi menembus pasar internasional itu wajar banget. Siapa sih yang nggak kepikiran produknya dipakai orang luar negeri? Apalagi sekarang, jualan ke luar negeri bukan lagi hal yang mustahil, bahkan untuk UMKM sekalipun.
Meski begitu, tidak sedikit pelaku usaha pemula yang masih bingung bagaimana cara ekspor barang ke luar negeri. Mulai dari urusan dokumen, aturan tiap negara, sampai proses pengirimannya yang terlihat ribet. Padahal, kalau dipahami pelan-pelan, ekspor itu bisa dijalani dengan lebih terstruktur dan minim drama.
Nah, supaya kamu nggak salah langkah, yuk pahami alur dan proses ekspor barang berikut ini.
Ekspor langsung adalah metode di mana kamu menjual produk langsung ke pembeli di luar negeri tanpa perantara. Semua proses, mulai dari negosiasi hingga pengiriman, kamu tangani sendiri.
Ciri-ciri ekspor langsung:
Berbeda dengan ekspor langsung, metode ini melibatkan pihak ketiga sebagai perantara antara kamu dan pembeli luar negeri.
Pihak ketiga yang biasa digunakan antara lain:
Pahami Metode Ekspor Barang
Langkah awal yang wajib kamu pahami saat belajar bagaimana cara ekspor adalah menentukan metode ekspor yang akan digunakan. Metode ini akan sangat berpengaruh ke alur kerja, biaya, hingga tingkat risiko bisnis kamu. Secara umum, ada dua metode ekspor barang yang paling sering digunakan, yaitu ekspor langsung dan ekspor tidak langsung. Berikut penjelasannya:1. Ekspor Langsung
Ekspor langsung adalah metode di mana kamu menjual produk langsung ke pembeli di luar negeri tanpa perantara. Semua proses, mulai dari negosiasi hingga pengiriman, kamu tangani sendiri.
Ciri-ciri ekspor langsung:
- Berhubungan langsung dengan buyer luar negeri
- Bisa lewat website sendiri atau marketplace internasional
- Harga dan strategi jualan lebih fleksibel
- Keuntungan cenderung lebih besar karena tanpa pihak ketiga
- Sudah paham alur bagaimana cara ekspor
- Siap mengurus dokumen dan logistik sendiri
- Ingin membangun brand langsung di pasar internasional
2. Ekspor Tidak Langsung
Berbeda dengan ekspor langsung, metode ini melibatkan pihak ketiga sebagai perantara antara kamu dan pembeli luar negeri.
Pihak ketiga yang biasa digunakan antara lain:
- Agen perdagangan ekspor
- Trading company
- Eksportir lokal yang sudah berpengalaman
- Proses lebih praktis dan minim ribet
- Cocok untuk eksportir pemula
- Risiko relatif lebih kecil
- Tidak perlu repot mengurus semua dokumen sendiri
Siapkan Legalitas Usaha untuk Ekspor
Dalam proses bagaimana cara ekspor, legalitas adalah fondasi utama yang tidak boleh dilewatkan. Pastikan bisnis kamu sudah memiliki dokumen berikut:- SIUP dari DPMPTSP setempat
- TDP dari DPMPTSP Kabupaten/Kota
- NPWP dari Kantor Pelayanan Pajak
- NIK (Nomor Identitas Kepabeanan) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Lengkapi Dokumen Ekspor yang Dibutuhkan
Selain legalitas usaha, kamu juga wajib menyiapkan dokumen ekspor agar barang bisa keluar dari Indonesia secara resmi. Beberapa dokumen penting yang biasanya dibutuhkan antara lain:- Invoice
- Packing List
- Bill of Lading (pengiriman laut) atau Airway Bill (pengiriman udara)
- Certificate of Origin
- Certificate of Analysis (jika diperlukan)
- Certificate of Phytosanitary untuk produk tumbuhan
- Shipping Instruction
- PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang)
- Dokumen tambahan sesuai permintaan pembeli
Manfaatkan Dukungan dari Pemerintah
Kabar baiknya, pemerintah Indonesia sangat mendukung pelaku usaha yang ingin ekspor, terutama UMKM. Melalui Kementerian Perdagangan, tersedia berbagai fasilitas seperti Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan yang tersebar di banyak negara. Lewat fasilitas ini, kamu bisa mendapatkan informasi buyer, undangan pameran, hingga peluang kerja sama internasional yang potensial.Pilih Metode Pembayaran yang Aman
Dalam proses bagaimana cara ekspor, memilih metode pembayaran yang aman adalah hal yang tidak boleh disepelekan. Kesalahan di tahap ini bisa berujung pada kerugian, terutama bagi eksportir pemula. Karena itu, pastikan kamu memahami opsi pembayaran yang umum digunakan dalam transaksi internasional berikut ini:- Letter of Credit (L/C) Metode paling aman karena pembayaran dijamin oleh bank pembeli selama semua dokumen lengkap dan sesuai.
- Cash in Advance Pembeli membayar di awal sebelum barang dikirim, cocok untuk transaksi pertama.
- Open Account Pembayaran dilakukan setelah barang diterima, biasanya untuk buyer yang sudah sangat terpercaya.
Gunakan Jasa Pengiriman yang Tepat
Dalam memahami bagaimana cara ekspor, memilih jasa pengiriman yang tepat jadi salah satu kunci agar barang sampai dengan aman dan tepat waktu. Jangan asal pilih murah, pastikan ekspedisi yang kamu gunakan sudah berpengalaman menangani pengiriman internasional. Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat memilih jasa pengiriman ekspor:- Pengalaman dan reputasi perusahaan Pilih logistik yang sudah terbiasa mengurus ekspor dan dokumen kepabeanan.
- Pilihan jalur pengiriman Jalur laut lebih ekonomis, udara lebih cepat, dan darat cocok untuk negara tertentu.
- Biaya dan estimasi waktu Sesuaikan dengan jenis barang, deadline pengiriman, dan budget bisnis kamu.
Urus Proses Bea Cukai dengan Benar
Tahap terakhir adalah proses bea cukai. Barang yang akan diekspor akan diperiksa secara fisik dan dokumennya diverifikasi. Jika semuanya sesuai, barang siap diberangkatkan ke negara tujuan. Setelah itu, kamu tinggal memantau status pengiriman sampai barang benar-benar tiba di pelabuhan atau bandara tujuan, dan pastikan pembeli menerima semua dokumen yang dibutuhkan. Menjalankan ekspor memang terlihat menantang di awal. Namun, kalau kamu sudah paham alurnya mulai dari bagaimana cara ekspor, pengurusan dokumen, hingga pengiriman peluang untuk menembus pasar internasional justru terbuka sangat lebar. Kuncinya adalah belajar dengan benar sejak awal agar tidak salah langkah dan terhindar dari risiko yang sebenarnya bisa dicegah. Daripada coba-coba sendiri dan habis waktu untuk trial error, belajar langsung dari ahlinya tentu jauh lebih efektif.Saatnya Siap Jadi Eksportir!
Kalau kamu ingin memahami proses ekspor secara lebih praktis dan terarah, pilih pelatihan ekspor, workshop, dan seminar di Go Export.
Di Go Export, kamu akan belajar:
- Cara ekspor dari nol sampai siap kirim
- Studi kasus nyata dari praktisi berpengalaman
- Tips menembus pasar internasional
- Pendampingan yang mudah dipahami oleh pemula
👉 Yuk, mulai langkah ekspor bisnismu sekarang bersama Go Export dan buka peluang jualan ke pasar global!




