goexport.org – Tidak semua bisnis besar lahir dari kota besar. Kadang justru berawal dari desa, dari kegelisahan melihat kondisi sekitar, lalu berubah menjadi gerakan yang memberi dampak bagi banyak orang. Itulah yang tergambar dalam kisah sukses Ella Rizki, perempuan asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang berhasil memberdayakan ibu-ibu desa hingga produk mereka bisa menembus pasar internasional.
Ella dikenal sebagai salah satu sosok penting di balik Kelompok Wanita Tani (KWT) Nira Lestari, sebuah komunitas yang fokus mengolah hasil kelapa menjadi produk bernilai tinggi. Siapa sangka, dari kelompok sederhana di desa, kini mereka mampu mengekspor produk turunan kelapa ke luar negeri.
Perjalanan mereka tentu tidak instan. Ada cerita perjuangan, kegagalan, dan semangat belajar yang akhirnya membawa mereka sampai ke titik ini.
Berawal dari Kepedulian terhadap Ibu-Ibu di Desa
Awal mula kisah sukses Ella Rizki sebenarnya lahir dari rasa prihatin.
Ella melihat banyak ibu-ibu di desanya harus merantau jauh demi membantu perekonomian keluarga. Tidak sedikit yang pergi ke kota besar bahkan ke luar negeri sebagai pekerja. Bagi sebagian keluarga, pilihan ini memang terasa berat karena harus berpisah dengan anak-anak dalam waktu lama.
Dari situ Ella mulai berpikir: kenapa tidak membuat peluang kerja di desa saja?
Ide sederhana itulah yang kemudian mendorong Ella bersama beberapa rekannya membentuk Kelompok Wanita Tani Nira Lestari pada tahun 2015. Tujuannya jelas, yaitu memberi kesempatan bagi para ibu agar tetap bisa menghasilkan uang tanpa harus meninggalkan rumah dan keluarga.
Melalui kelompok ini, para ibu didorong untuk tetap produktif dari desa, mengolah potensi yang ada di sekitar mereka menjadi produk yang punya nilai jual.
Melihat Peluang Besar dari Kelapa

Salah satu kunci penting dalam kisah sukses Ella Rizki adalah kemampuannya melihat potensi daerah.
Kabupaten Magelang ternyata memiliki kekayaan alam yang sangat mendukung, terutama dalam hal kelapa. Tercatat ada sekitar 5.000 hektar lahan kelapa di wilayah tersebut. Artinya, bahan baku melimpah dan selalu tersedia.
Daripada hanya menjual kelapa mentah, Ella dan anggota KWT Nira Lestari memilih untuk mengolahnya menjadi berbagai produk turunan yang lebih bernilai.
Beberapa produk yang kemudian dikembangkan antara lain:
- Gula kelapa atau gula semut
- Virgin Coconut Oil (VCO)
- Madu nabati dari bunga kelapa
- Produk olahan kelapa lainnya
Keputusan ini ternyata menjadi langkah yang sangat tepat. Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi, nilai jualnya meningkat jauh lebih tinggi.
Dari sini juga kita bisa belajar bahwa peluang bisnis sering kali ada di sekitar kita, tinggal bagaimana kita jeli melihatnya.
Pernah Sepi Pembeli hingga Usaha Hampir Berhenti

Meski kini dikenal sebagai kisah inspiratif, perjalanan kisah sukses Ella Rizki tidak selalu berjalan mulus.
Di awal berdiri, KWT Nira Lestari sempat mengalami masa sulit. Produk yang mereka jual perlahan kehilangan pembeli. Bahkan sempat ada masa di mana hampir tidak ada penjualan sama sekali.
Akibatnya, kegiatan produksi sempat berhenti.
Situasi itu menjadi titik balik bagi Ella. Saat itu ia masih kuliah dan sedang berada di semester akhir. Alih-alih menyerah, Ella justru memilih untuk belajar lebih serius tentang dunia bisnis.
Ia mulai mempelajari berbagai hal seperti:
- Cara membangun branding produk
- Strategi digital marketing
- Teknik promosi yang efektif
- Cara menjangkau pasar yang lebih luas
Ella juga rajin mengikuti webinar, pelatihan bisnis, dan workshop untuk menambah ilmu.
Hasilnya mulai terlihat. Setelah menerapkan berbagai strategi pemasaran baru, penjualan produk KWT Nira Lestari meningkat drastis. Bahkan dalam satu bulan saja mereka berhasil menjual hingga satu ton produk.
Dari situ roda ekonomi kelompok kembali bergerak.
Terus Belajar dan Mengembangkan Produk
Bagi Ella, belajar tidak berhenti hanya karena bisnis sudah berjalan. Ia justru merasa perlu terus mencari ilmu dari orang-orang yang lebih berpengalaman.
Salah satu momen penting dalam kisah sukses Ella Rizki adalah ketika ia bertemu dengan seorang guru besar ahli kelapa di kampusnya. Dari sana, KWT Nira Lestari mendapat banyak bimbingan tentang cara mengembangkan produk turunan kelapa secara lebih maksimal.
Berkat pendampingan tersebut, mereka tidak hanya memproduksi gula kelapa, tetapi juga mulai membuat Virgin Coconut Oil (VCO) yang memiliki nilai jual tinggi.
Tidak berhenti di situ, pada tahun 2019 Ella juga sempat menjalani studi di luar negeri. Di sana ia mempelajari bidang pertanian, termasuk cara membuat madu nabati, yaitu madu yang berasal dari sumber tanaman, bukan lebah.
Pengetahuan itu kemudian ia bawa pulang ke Indonesia dan dikembangkan menjadi madu dari bunga kelapa.
Kini KWT Nira Lestari memiliki berbagai produk unggulan seperti:
- Gula kelapa
- Virgin Coconut Oil (VCO)
- Madu nabati vegan dari nektar kelapa
Produk-produk inilah yang akhirnya membuka jalan menuju pasar yang lebih luas.
Kesempatan Ekspor yang Datang Tak Terduga
Seiring berkembangnya usaha, nama Ella mulai dikenal di berbagai komunitas bisnis dan pertanian. Ia sering diundang sebagai pembicara dalam seminar dan acara kewirausahaan.
Dari sinilah kesempatan besar datang.
Dalam beberapa acara tersebut, Ella bertemu dengan para eksportir yang tertarik dengan produk-produk kelapa dari KWT Nira Lestari. Mereka melihat potensi besar dari kualitas produk dan cerita pemberdayaan di baliknya.
Ella dan tim sadar bahwa ini bukan peluang biasa.
Untuk bisa menembus pasar internasional, mereka perlu memperkuat struktur bisnis. Akhirnya pada tahun 2022, KWT Nira Lestari resmi bertransformasi menjadi PT. Nira Lestari International.
Langkah ini membuat usaha mereka lebih profesional dan memiliki legalitas yang jelas untuk menjalankan bisnis ekspor.
Sistem Produksi yang Lebih Terstruktur
Setelah menjadi perusahaan, sistem kerja mereka juga semakin rapi.
Misalnya dalam produksi gula semut, prosesnya sudah terbagi dengan jelas.
Tahapannya dimulai dari para petani yang memanen nira kelapa pada pagi dan sore hari. Nira yang sudah dipanen kemudian dibawa ke rumah anggota KWT untuk diolah.
Di rumah-rumah produksi ini, para ibu melakukan beberapa proses seperti:
- Merebus nira
- Mengaduk hingga mengental
- Mengayak hingga menjadi gula semut
Setelah itu, produk dibawa ke Unit Pengolahan Hasil (UPH) milik kelompok untuk proses lanjutan seperti pengeringan, penyortiran, hingga penimbangan.
Baru setelah itu gula semut masuk ke tahap pengemasan dan distribusi.
Sistem ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien sekaligus menjaga kualitas produk tetap konsisten.
Memberdayakan Komunitas Lewat Koperasi
Komitmen sosial juga menjadi bagian penting dari kisah sukses Ella Rizki.
Pada tahun 2017, KWT Nira Lestari mendirikan Koperasi Nira Lestari Makmur. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan kepada para anggota, terutama dalam hal pelatihan dan pengembangan usaha.
Melalui koperasi ini, anggota mendapatkan berbagai manfaat seperti:
- Pelatihan pengolahan produk
- Seminar pengembangan bisnis
- Sistem bagi hasil yang adil
- Dukungan dalam produksi
Dengan adanya koperasi, para anggota tidak hanya bekerja sebagai produsen, tetapi juga ikut merasakan manfaat ekonomi dari perkembangan usaha bersama.
Pesan Inspiratif dari Ella Rizki
Di akhir cerita kisah sukses Ella Rizki, ada pesan sederhana namun sangat kuat.
Menurut Ella, anak muda dan perempuan tidak perlu merasa minder untuk terjun ke dunia pertanian. Justru sektor ini memiliki potensi besar jika dikelola dengan serius.
Dengan kemauan belajar, kreativitas, dan keberanian mencoba, pertanian bisa menjadi bisnis yang menjanjikan bahkan sampai ke pasar global.
Lebih dari sekadar keuntungan finansial, Ella percaya bahwa bisnis juga bisa menjadi alat untuk memberdayakan masyarakat sekitar dan meningkatkan kesejahteraan desa.
Karena pada akhirnya, kesuksesan yang paling berarti adalah ketika kita bisa tumbuh bersama dan membawa manfaat bagi banyak orang.
Ingin Produkmu Juga Tembus Pasar Ekspor? Mulai Langkahmu Bersama Go Export!
Terinspirasi dari kisah sukses Ella Rizki? Kamu juga punya kesempatan yang sama untuk membawa produk lokal ke pasar global.
Saat ini peluang ekspor terbuka sangat luas, terutama bagi pelaku UMKM yang memiliki produk berkualitas. Namun tentu saja, dibutuhkan pengetahuan yang tepat tentang strategi ekspor, pemasaran internasional, hingga proses legalitas agar bisnis bisa berkembang lebih cepat.
Melalui Go Export, kamu bisa belajar langsung dari para praktisi dan ahli di bidang ekspor melalui berbagai program seperti:
- Pelatihan ekspor untuk pemula hingga tingkat lanjutan
- Workshop strategi ekspor dan pengembangan pasar internasional
- Seminar bisnis ekspor dengan mentor berpengalaman
- Panduan praktis membawa produk UMKM ke pasar global
Program-program ini dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha memahami proses ekspor secara lebih mudah dan terarah.
Jadi, kalau kamu ingin mengikuti jejak inspiratif seperti yang ada dalam kisah sukses Ella Rizki, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai belajar dan memperluas peluang bisnismu.
Yuk, tingkatkan kapasitas bisnismu dan tembus pasar global bersama Go Export!




