goexport.org – Masuk ke dunia ekspor memang terdengar keren. Produk bisa tembus pasar luar negeri, omzet naik, jaringan makin luas. Tapi kenyataannya, nggak sedikit yang akhirnya masuk kategori Eksportir Gagal di Awal. Ironisnya, banyak yang gagal bukan karena produknya jelek. Justru sering kali produknya bagus, tapi strateginya kurang matang. Nah, biar kamu nggak ikut-ikutan jatuh di lubang yang sama, yuk kita bahas kenapa banyak eksportir gagal di fase awal dan tentu saja, bagaimana cara menghindarinya.
Supaya nggak jatuh di kesalahan yang sama, kamu bisa mulai dengan:
Supaya strategi ekspor lebih kuat dan realistis, lakukan beberapa langkah berikut:
1. Terjun Bebas Tanpa Paham Proses Ekspor
Ini salah satu penyebab klasik kenapa banyak pelaku usaha masuk kategori Eksportir Gagal di Awal. Terlalu fokus ke kualitas produk, tapi lupa kalau ekspor itu bukan cuma soal barang bagus melainkan soal sistem yang rapi. Banyak yang punya mindset seperti ini: “Yang penting dapat buyer dulu. Soal dokumen dan proses, nanti bisa sambil belajar.” Masalahnya, ekspor bukan sistem yang bisa improvisasi di tengah jalan. Begitu ada kesalahan kecil, dampaknya bisa besar dan mahal. Padahal dalam praktiknya, ekspor punya alur yang cukup detail, di antaranya:- ✅ Legalitas usaha yang jelas Mulai dari NIB, NPWP, hingga izin usaha sesuai bidang.
- ✅ Perizinan ekspor sesuai regulasi Beberapa produk bahkan butuh izin tambahan atau sertifikasi khusus.
- ✅ Dokumen pengiriman yang lengkap dan akurat Seperti invoice, packing list, bill of lading/airway bill, certificate of origin, dan lainnya.
- ✅ Memahami regulasi negara tujuan Setiap negara punya aturan impor berbeda, termasuk standar produk dan label.
- ✅ Sistem pembayaran internasional yang aman Seperti L/C, TT, atau metode lain yang disepakati secara profesional.
- ❌ Barang tertahan di pelabuhan
- ❌ Dokumen ditolak karena salah format atau kurang lengkap
- ❌ Buyer membatalkan transaksi karena dianggap tidak profesional
- ❌ Kerugian biaya logistik dan waktu
Biar Aman dan Lebih Siap
Supaya nggak jatuh di kesalahan yang sama, kamu bisa mulai dengan:
- 📌 Belajar alur ekspor dari awal sampai akhir, jangan setengah-setengah.
- 📌 Pahami istilah penting seperti Incoterms (FOB, CIF, EXW, dll.).
- 📌 Ikuti pelatihan, workshop, atau mentoring ekspor agar dapat gambaran nyata.
- 📌 Bangun SOP internal sebelum mulai deal besar dengan buyer.
2. Asal Pilih Negara, Minim Riset
Kesalahan lain yang sering bikin banyak orang masuk kategori Eksportir Gagal di Awal adalah terlalu percaya bahwa produk yang laku di dalam negeri pasti akan laris juga di luar negeri. Padahal, pasar internasional itu jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan. Banyak eksportir pemula memilih negara tujuan hanya berdasarkan feeling atau karena melihat ada peluang tanpa data yang jelas. Akhirnya strategi jadi kurang tepat, dan produk yang dikirim tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Setiap negara punya karakter pasar sendiri, seperti:- ✅ Selera konsumen yang berbeda Misalnya warna kemasan, rasa produk, atau desain yang diminati.
- ✅ Standar kualitas yang berbeda Beberapa negara menerapkan aturan keamanan produk yang sangat ketat.
- ✅ Regulasi impor yang ketat Ada produk tertentu yang memerlukan sertifikasi khusus sebelum bisa masuk pasar.
- ✅ Daya beli masyarakat yang berbeda Harga yang kompetitif di satu negara belum tentu menarik di negara lain.
Biar Lebih Tepat Sasaran dan Terhindar dari Kesalahan Eksportir Gagal di Awal
Supaya strategi ekspor lebih kuat dan realistis, lakukan beberapa langkah berikut:
- 📊 Pelajari tren produk di negara tujuan Cek apakah produkmu memang sedang dibutuhkan dan punya permintaan stabil.
- 🔍 Kenali profil buyer potensial Cari tahu apakah target buyer adalah distributor, retailer, atau end consumer.
- ⚖️ Perhatikan kompetitor di pasar global Lihat bagaimana mereka mengemas produk, menentukan harga, dan memasarkan barang.
- 📦 Sesuaikan standar kualitas dan kemasan Jangan hanya mengikuti standar lokal kalau pasar tujuan punya aturan lebih ketat.
- 💡 Gunakan data riset pasar internasional Platform seperti trade database atau laporan ekspor impor bisa membantu.
3. Salah Pasang Harga
Kesalahan lain yang bikin Eksportir Gagal di Awal adalah soal pricing. Banyak yang cuma meniru harga pesaing tanpa menghitung detail biaya sendiri. Padahal dalam ekspor ada komponen tambahan seperti:- Ongkos kirim internasional
- Bea cukai
- Asuransi
- Biaya handling
- Fluktuasi kurs
4. Komunikasi Kurang Profesional
Dalam bisnis internasional, komunikasi itu segalanya. Sayangnya, banyak yang lambat balas email, jawabnya kurang jelas, atau tidak memahami etika bisnis global. Buyer luar negeri biasanya menghargai:- Respons cepat
- Jawaban jelas
- Komunikasi rapi dan sopan
5. Legalitas Belum Siap
Ini penyebab fatal lainnya. Ketika order besar datang, ternyata dokumen belum lengkap. Beberapa dokumen dasar yang wajib siap:- NIB
- NPWP
- Izin usaha sesuai bidang
- Dokumen ekspor pendukung
Siap Naik Level? Belajar Ekspor dari Ahlinya di Go Export!
Daripada belajar dari kesalahan yang mahal, lebih baik belajar dari mentor yang sudah berpengalaman. Ikuti pelatihan ekspor, workshop, dan seminar di Go Export untuk memahami:- Strategi mencari buyer internasional
- Cara menghindari kesalahan Eksportir Gagal di Awal
- Teknik negosiasi global
- Perhitungan harga ekspor yang tepat
- Manajemen dokumen dan legalitas ekspor
Tunggu Apa Lagi? Mulai Perjalanan Ekspormu Sekarang!
Daftarkan diri kamu di program pelatihan Go Export dan siapkan bisnis untuk menembus pasar internasional dengan lebih percaya diri dan terarah.




