goexport.org – Mau coba peruntungan dengan kirim produk Indonesia ke Jepang? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak pelaku bisnis di Indonesia yang melirik pasar Negeri Sakura karena permintaannya stabil, masyarakatnya menghargai kualitas, dan harganya juga bersaing. Tapi sebelum buru-buru packing barang, kamu perlu paham dulu cara ekspor barang ke Jepang biar prosesnya lancar tanpa drama.
Yuk kita bahas pelan-pelan, mulai dari syarat, dokumen, sampai tips biar ekspormu sukses!
Baca juga: Cara Bisnis Ekspor Modal Kecil dari Rumah & Tanpa Perusahaan!
Kenapa Jepang Jadi Pasar Menarik?
- Masyarakat Jepang Loyal terhadap Produk Berkualitas
Orang Jepang punya standar tinggi dalam hal kualitas. Sekali mereka cocok dengan suatu produk, biasanya mereka akan beli ulang tanpa banyak pertimbangan.
- Mereka menghargai detail kecil seperti kebersihan, kerapian kemasan, hingga konsistensi rasa atau kualitas.
- Produk Indonesia yang memenuhi standar ini sering dapat repeat order yang stabil.
Ini artinya, kalau bisnismu fokus di kualitas, Jepang bisa jadi pasar yang sangat menguntungkan.
- Daya Beli Tinggi untuk Produk Premium
Jepang termasuk negara dengan tingkat pendapatan per kapita yang tinggi. Artinya:
- Produk premium atau yang dikemas eksklusif tetap laku.
- Banyak konsumen Jepang rela bayar lebih untuk produk yang dianggap sehat, natural, atau punya nilai budaya tertentu.
- Produk-produk seperti kopi spesialti, bumbu premium, hingga kerajinan handmade justru punya nilai tambah di sana.
Jadi, kamu bisa bermain di harga menengah ke atas tanpa harus takut “nggak laku”.
- Produk Indonesia Sudah Banyak Dikenal & Diterima
Produk Indonesia bukan sesuatu yang asing di Jepang. Ini jadi keuntungan besar buat kamu. Contohnya:
- Makanan dan minuman: kopi, mie instan, sambal, keripik, bumbu.
- Produk kecantikan: skincare berbahan herbal atau alami.
- Fashion & craft: batik, tas rotan, aksesori handmade.
Dengan reputasi yang sudah terbentuk, brand baru asal Indonesia jadi lebih mudah diterima.
- Peluang Besar Bagi Brand Baru
Selama kamu memenuhi regulasi Jepang, peluangmu terbuka lebar. Jepang justru senang dengan produk baru yang punya cerita atau keunikan.
- Produk yang punya branding kuat sering mendapatkan perhatian lebih.
- Mereka juga menghargai UMKM yang punya konsep jelas seperti produk natural, eco-friendly, halal, atau etnik.
Selama bisa menunjukkan kualitas dan konsistensi, Jepang adalah pasar yang ramah untuk pendatang baru.
- Stabil & Minim Risiko
Jepang punya pasar yang stabil dan tidak terlalu terpengaruh gejolak ekonomi global.
- Permintaan tidak banyak berubah, bahkan di saat situasi dunia sedang tidak menentu.
- Cocok untuk bisnis yang ingin membangun ekspor berjangka panjang.
- Konsumen Sangat Menghargai Profesionalitas
Ini mungkin terdengar sederhana, tapi sangat menguntungkan.
- Komunikasi yang cepat, jelas, dan sopan sangat dihargai.
- Mereka tepat waktu dalam pembayaran dan biasanya tidak menawar berlebihan.
Dengan kata lain, Jepang adalah pasar yang “nyaman” untuk diajak kerja sama.
Syarat Dasar untuk Ekspor ke Jepang

Supaya bisnis ekspormu berjalan tanpa hambatan, pastikan kamu sudah memenuhi beberapa syarat penting berikut:
- Punya Legalitas Usaha
Minimal kamu punya:
- NIB (Nomor Induk Berusaha)
- NPWP
- Jika produk makanan/minuman: izin edar PIRT atau BPOM
- Jika produk kosmetik: notifikasi BPOM
Legalitas ini penting banget karena jadi bukti bahwa produkmu aman dan memenuhi standar Indonesia.
- Mengetahui Regulasi Jepang
Setiap kategori barang punya aturan berbeda. Contoh:
- Makanan & minuman: harus sesuai standar Food Sanitation Act.
- Produk kayu: wajib sertifikat legalitas kayu.
- Produk hewan: wajib bebas penyakit dan mengikuti aturan Animal Quarantine.
Jadi sebelum ekspor, kamu harus riset apakah produkmu butuh izin khusus di Jepang.
- Standar Mutu Tinggi
Orang Jepang sangat peduli pada:
- Kebersihan
- Kualitas bahan
- Ketahanan Produk
- Keamanan Kemasan
Kalau kualitasmu oke, repeat order biasanya jalan terus.
Dokumen Penting untuk Ekspor ke Jepang
Nah, ini bagian yang kadang bikin pusing pemula. Tapi santai, dokumennya memang banyak, tapi semuanya jelas.
Berikut dokumen wajib untuk ekspor:
- Commercial Invoice
Mirip nota, berisi detail barang, harga, jumlah, dan data penjual–pembeli.
- Packing List
Daftar isi paket. Berguna untuk proses pengecekan di bea cukai.
- Bill of Lading / Airway Bill
Dokumen resmi dari pihak pengangkut (kapal atau pesawat).
- Certificate of Origin (COO)
Surat asal barang. Bisa diterbitkan oleh Kadin atau instansi berwenang.
- Sertifikat Khusus
Tergantung jenis barang:
- Sertifikat kesehatan
- Sertifikat fumigasi
- Hasil lab
- Halal
- Sertifikat organik
- Perizinan Bea Cukai
Pengurusan PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) di sistem Bea Cukai Indonesia.
Pastikan semua dokumen lengkap supaya barangmu nggak tertahan di Jepang.
Langkah-Langkah Cara Ekspor Barang ke Jepang

Ini dia alur mudahnya:
- Tentukan Produk yang Akan Diekspor
Pilih produk yang kamu kuasai dan punya permintaan tinggi di pasar Jepang. Contohnya:
- Kopi
- Rempah
- Kerajinan tangan
- Skincare herbal
- Seafood dan frozen food
- Riset Pasar Jepang
Pelajari tren, harga, kompetitor, dan preferensi konsumen Jepang. Ini bikin kamu bisa bersaing secara realistis.
- Cari Buyer
Cara cari buyer:
- Marketplace B2B (Alibaba, Made-in-Indonesia)
- Event pameran
- Grup ekspor
- Distributor lokal Jepang
Bangun komunikasi yang profesional.
- Siapkan Sampel
Buyer Jepang biasanya minta sampel untuk testing kualitas. Kirim dengan kemasan terbaikmu.
- Lengkapi Dokumen & Legalitas
Pastikan semua persyaratan negara tujuan terpenuhi.
- Pilih Metode Pengiriman
Ada 2 opsi:
- Air Freight (lebih cepat, cocok produk premium atau urgent)
- Sea Freight (lebih murah, cocok volume besar)
- Pantau Proses Hingga Barang Tiba
Jangan lepas tangan setelah kirim. Pastikan buyer mendapatkan barang sesuai ekspektasi.
Tips Sukses Ekspor Barang ke Jepang
Biar ekspormu makin mulus, coba ikuti tips berikut:
✔ 1. Utamakan Kebersihan & Kualitas
Standar kualitas Jepang jauh lebih tinggi dari negara lain, jadi jangan main-main di sini.
✔ 2. Gunakan Label Berbahasa Jepang
Minimal untuk:
- Komposisi
- Petunjuk penggunaan
- Informasi produsen
- Tanggal kedaluwarsa
Ini memberi nilai plus di mata buyer.
✔ 3. Kemasan Harus Kokoh
Jepang sangat sensitif terhadap kemasan rusak. Gunakan double protection kalau perlu.
✔ 4. Bangun Komunikasi yang Rapi & Cepat
Buyer Jepang sangat menghargai profesionalitas dan ketepatan waktu.
✔ 5. Gunakan Freight Forwarder yang Berpengalaman
Biar kamu nggak ribet urus dokumen dan aturan teknis.
Baca juga: Cara Menghitung Devisa Hasil Ekspor – Rumus dan Contoh
Saatnya Naik Level Belajar Ekspor Langsung dari Ahlinya!
Kalau kamu benar-benar ingin masuk ke dunia ekspor baik ke Jepang maupun negara lain sekarang saatnya ambil langkah nyata.
Melalui pelatihan, workshop, dan kelas seminar di Go Export, kamu bisa belajar:
- Cara ekspor dari nol sampai berhasil kirim barang
- Cara mencari buyer yang serius
- Cara memahami regulasi negara tujuan
- Cara packaging, pricing, dan negosiasi
- Sampai strategi agar bisnismu siap go internasional
Materinya praktis, mudah dipahami, dan bisa langsung kamu terapkan.
Yuk mulai perjalanan ekspormu sekarang!
Pilih kelas terbaik di Go Export dan buka pintu bisnismu ke pasar internasional!





1 Komentar
Pingback: Panduan Cara Ekspor Impor Barang dengan Benar dan Legal