Close Menu
GOEXPORT.ORG | Komunitas Eksportir Indonesia – Pelatihan, Workshop, Seminar Ekspor
    Facebook Instagram YouTube WhatsApp
    Trending
    • Ekspor Daun Kratom Dorong Ekonomi Kutai Kartanegara
    • Rp 300 T Melayang karena Indonesia Masih Ekspor Bahan Mentah
    • Bahlil Bongkar Teknis Pajak Ekspor Batu Bara!
    • Kisah Sukses Eksportir Cupang Tembus Pasar Dunia
    • Warung Al-Matiinu Sukses Ekspor ke Singapura, Ini Kisahnya
    • Ekspor Kopi Pekalongan Tembus Yunani, Perdana 2026!
    • Beras Bulog Tembus Standar Arab Saudi, Siap Ekspor Besar
    • Tantangan Eksportir Akibat Konflik Iran-Israel Global
    Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    GOEXPORT.ORG | Komunitas Eksportir Indonesia – Pelatihan, Workshop, Seminar Ekspor
    Banner
    • Home
    • Tentang Kami
    • Panduan Ekspor
    • Jadwal Event
      • SEMINAR
      • 2 DAYS WORKSHOP
      • BOOTCAMP
    • Testimoni
    • Artikel
      • PANDUAN EKSPOR
      • IDE PRODUK EKSPOR
      • MARKETING EKSPOR
      • KISAH SUKSES
      • NEWS EKSPOR
      • EVENT EKSPOR
    • Member Area
      • JOIN KOMUNITAS DULU YUK!
      • DPD GOEXPORT.ORG >
    GOEXPORT.ORG | Komunitas Eksportir Indonesia – Pelatihan, Workshop, Seminar Ekspor
    Home » Blog – Cara Menjadi Eksportir » Cara Menghitung Devisa Hasil Ekspor – Rumus dan Contoh
    Panduan Ekspor

    Cara Menghitung Devisa Hasil Ekspor – Rumus dan Contoh

    Updated:Desember 24, 20252 Komentar5 Mins Read69 Views
    Cara Menghitung Devisa Hasil Ekspor
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    goexport.org – Pernah dengar istilah Devisa Hasil Ekspor (DHE), tapi masih bingung cara ngitungnya? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak pelaku usaha yang baru masuk dunia ekspor masih suka bingung soal ini. Padahal, kalau kamu paham Cara Menghitung Devisa Hasil Ekspor, proses pencatatan keuangan bakal jauh lebih rapi dan gampang.

    DHE sendiri adalah pemasukan valuta asing yang diterima negara atau pelaku usaha dari transaksi ekspor. Intinya, ini adalah uang hasil ekspor yang masuk ke rekeningmu dalam bentuk mata uang asing, entah USD, SGD, EUR, dan lain-lain.

    Nah, biar nggak pusing, yuk kita bahas dengan bahasa santai dan contoh yang gampang dicerna.

    Baca juga: Cara Jualan Ekspor Online dari Rumah, Cocok untuk UMKM!

    Apa Itu Devisa Hasil Ekspor (DHE)?

    Kalau kamu berkecimpung di dunia ekspor-impor, pasti nggak asing lagi sama istilah Devisa Hasil Ekspor atau DHE. Sederhananya, ini adalah uang hasil ekspor yang masuk dalam bentuk mata uang asing. Nilai ini penting banget, bukan cuma buat bisnis kamu, tapi juga buat negara. Kenapa? Karena DHE ikut bantu memperkuat cadangan devisa Indonesia.

    Bahkan, menurut catatan Bank Indonesia, sampai 20 Maret 2023, penempatan Term Deposit valas dari DHE Sumber Daya Alam sudah tembus USD 1,95 miliar. Lumayan banget, kan?

    Makanya, pelaku ekspor wajib paham DHE: apa itu, bagaimana aturannya, sampai cara ngitungnya. Bukan cuma buat urusan negara, tapi juga biar laporan keuangan bisnismu makin rapi.

    Pengertian Devisa Hasil Ekspor Dalam Bahasa Simpel

    Kalau dipecah, “devisa” itu artinya aset atau kewajiban finansial dalam mata uang asing, sedangkan “ekspor” adalah kegiatan ngirim barang ke luar negeri.

    Jadi gampangnya:

    Devisa Hasil Ekspor = Uang atau nilai dalam mata uang asing yang didapat dari menjual barang ke luar negeri.

    Barang yang dimaksud bisa berupa hasil sumber daya alam (SDA) seperti batu bara, kopi, udang, dan lain-lain, atau barang non-SDA seperti produk pabrik, obat-obatan, sampai barang industri lainnya.

    Aturan DHE yang Perlu Kamu Tahu

    Mulai 1 Agustus 2023, ada aturan baru dari pemerintah soal DHE. Intinya seperti ini:

    1. Eksportir dari sektor SDA (perkebunan, pertambangan, kehutanan, perikanan) wajib menempatkan minimal 100% DHE ke rekening khusus di bank dalam negeri.
    2. Dana 100% itu harus disimpan minimal 3 bulan di sistem keuangan Indonesia, seperti LPEI atau bank devisa.
    3. Aturan ini berlaku untuk eksportir SDA dengan nilai ekspor ≥ USD 250.000.
    4. DHE harus ditempatkan paling lambat akhir bulan ketiga setelah PPE (Pemberitahuan Pabean Ekspor).
    5. Kalau nggak dilakukan? Ada sanksi atau denda sesuai regulasi.

    Aturannya memang ketat, tapi dibuat agar devisa negara tetap kuat.

    Jenis-Jenis Devisa Hasil Ekspor

    Dalam dunia ekspor, DHE atau Devisa Hasil Ekspor ternyata nggak cuma satu jenis. Biar kamu nggak bingung, DHE biasanya dibagi menjadi dua kategori besar. Masing-masing punya karakteristik dan contoh produk yang berbeda. Yuk kita bahas dengan bahasa simpel.

    1. DHE SDA (Sumber Daya Alam)

    Cara Menghitung Devisa Hasil Ekspor

    Jenis DHE yang satu ini berasal dari kegiatan ekspor yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam. Artinya, barang yang diekspor berasal langsung dari hasil bumi Indonesia baik itu pertambangan, perkebunan, perikanan, maupun kehutanan.

    Contoh yang paling familiar adalah ekspor kelapa sawit, kakao, kopi, udang, rumput laut, batu bara, emas, nikel, dan berbagai komoditas alam lainnya. Produk SDA ini memang jadi andalan Indonesia karena permintaannya tinggi di pasar global. Nggak heran jenis DHE ini sering jadi penyumbang devisa terbesar untuk negara.

    2. DHE Non-SDA (Non Sumber Daya Alam)

    Cara Menghitung Devisa Hasil Ekspor

    Kalau yang ini berasal dari ekspor barang yang bukan dari hasil alam secara langsung, melainkan hasil industri atau pabrik. Jadi produk tersebut sudah melalui proses pengolahan sebelum dijual ke luar negeri.

    Contohnya bisa berupa obat-obatan, kosmetik, pakaian atau tekstil, elektronik, furnitur, produk makanan olahan, hingga barang manufaktur lainnya. Jenis DHE Non-SDA biasanya stabil karena mengikuti perkembangan industri dan teknologi.

    Baca juga: Cara Mengurus Izin Ekspor untuk Pemula, Mudah & Anti Ribet!

    Cara Menghitung Devisa Hasil Ekspor

    Cara ngitungnya sebenarnya simpel banget. Cukup tahu:

    • Total nilai ekspor kamu
    • Persentase DHE yang berlaku (saat ini 100%)

    Rumusnya:

    DHE = Total Nilai Ekspor × 100%

    Kalau mau hitung untuk 3 bulan, tinggal dijumlahkan semua hasil DHE per bulan.

    Contoh Perhitungan DHE

    Misal ada pemasukan DHE dari Mei–Agustus 2023 seperti ini:

    • 1 Mei: USD 600.000
    • 2 Mei: USD 700.000
    • 3 Juni: USD 400.000
    • 4 Juni: USD 300.000
    • 5 Juni: USD 700.000
    • Juli: Tidak ada pemasukan

    Sekarang kita hitung 100% dari masing-masing:

    Mei

    • 600.000 × 100% = 600.000
    • 700.000 × 100% = 700.000

    Juni

    • 400.000 × 100% = 400.000
    • 300.000 × 100% = 300.000
    • 700.000 × 100% = 700.000

    Juli

    • Tidak ada pemasukan

    Total 3 Bulan

    600.000 + 700.000 + 400.000 + 300.000 + 700.000 
    = USD 2.700.000

    Artinya, selama 3 bulan, eksportir wajib menempatkan DHE minimal USD 2.700.000 di rekening khusus.

    Contoh Cara Menghitung Devisa Hasil Ekspor

    Misal kamu mengekspor kopi ke buyer di Jepang dengan detail berikut:

    • Harga per kg: USD 8
    • Jumlah barang: 500 kg
    • Kurs 1 USD ke rupiah hari itu: Rp 15.700

    Mari kita hitung:

    1. Nilai ekspor dalam USD
      USD 8 × 500 = USD 4.000
    2. Dikonversi ke rupiah
      USD 4.000 × Rp 15.700 = Rp 62.800.000

    Jadi, Devisa Hasil Ekspor yang kamu terima adalah Rp 62.800.000.

    Mudah banget, kan?

    Mengapa DHE Penting Buat Eksportir Pemula?

    • Biar kamu tahu nilai ekspor sebenarnya dalam rupiah
    • Membantu menentukan harga jual dan profit
    • Memudahkan laporan keuangan dan perpajakan
    • Jadi bukti transaksi ekspor yang valid

    Tips Agar Perhitungan DHE Selalu Akurat

    • Gunakan kurs resmi bank saat transaksi masuk
    • Simpan invoice dan bukti pembayaran buyer
    • Catat semua biaya penunjang ekspor (packing, logistik, freight)
    • Gunakan spreadsheet atau software akuntansi biar nggak salah hitung

    Baca juga: Cara Ekspor Sayuran ke Luar Negeri untuk Pemula Lengkap!

    Mau Jago Ekspor dari Nol? Belajar Langsung di Go Export!

    Memahami jenis-jenis Devisa Hasil Ekspor itu penting banget, apalagi kalau kamu serius mau terjun ke dunia ekspor. Dengan tahu perbedaannya, kamu bisa menentukan strategi bisnis yang lebih tepat mulai dari memilih produk, menghitung potensi cuan, sampai mengatur arus keuangan biar tetap stabil. Semakin paham dasarnya, semakin lancar perjalanan ekspormu ke depannya.

    Kalau masih bingung atau ingin belajar lebih dalam, kamu bisa ikut Pelatihan, Workshop, atau Kelas Seminar di Go Export! Materinya lengkap, mudah dipahami, dan langsung bisa dipraktikkan, cocok buat pemula maupun UMKM yang mau naik kelas.

    Workshop
    Seminar

     

    Ayo daftar sekarang dan mulai perjalanan ekspormu sekarang dan upgrade skill-mu bareng Go Export!

    Daftar Sekarang
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Sunny Kamengmau – Eksportir Tas ke Jepang Omzet Miliaran

    Maret 14, 2026

    Rahasia Strategi UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

    Maret 4, 2026

    Mengapa Banyak Eksportir Gagal di Awal? Ini Tips Suksesnya

    Februari 28, 2026

    2 Komentar

    1. Pingback: Panduan Cara Ekspor Belut Segar & Olahan ke Pasar Global

    2. Pingback: Panduan Cara Ekspor Produk ke Luar Negeri Mulai dari Nol

    Leave A Reply Cancel Reply

    Follow US!
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    • WhatsApp
    • TikTok
    Brosur
    Brosur
    Brosur

    Kami adalah Komunitas Eksportir, yang Memberikan Pelatihan & Workshop serta Membantu Anggota-Anggotanya dalam Proses Meng-Ekspor Produk-Produk Indonesia ke Mancanegara dengan Step by Step dan Mandiri.

    Tag Cloud
    Apa itu Ekspor? (1) Bootcamp Ekspor (1) ekspor (1) Eksportir (2) Gathering Ekspor (1) Pejuang Devisa (2) Pitching Buyer Ekspor (1)
    Services
    • Seminar
    • Workshop
    • Kelas Privat
    • Bootcamp
    • Tour Bisnis
    Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    • Informasi
    • Membership
    • Advertising
    • Sponsored News
    © Copyright 2026 - GOEXPORT.ORG

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.