goexport.org – Pernah kebayang nggak, barang yang kamu kirim bisa sampai ke tangan orang di luar negeri? Sekarang, ekspor nggak cuma urusan perusahaan besar aja. Cara ekspor barang perorangan ternyata jauh lebih simpel daripada yang dibayangkan. Asal tahu alurnya, prosesnya bisa semudah kirim paket biasa bedanya, tujuan paketnya aja yang lebih jauh.
Di artikel ini, kita bakal bahas langkah-langkah lengkap dan mudah dipahami buat kamu yang baru pertama kali mau coba ekspor barang secara pribadi. Yuk, kita bahas satu per satu!
Baca juga: Bisa Jadi Cuan Besar! Begini Cara Ekspor Daun Ketapang!
Apa Itu Ekspor Barang Perorangan?
Ekspor barang perorangan adalah kegiatan mengirim barang ke luar negeri yang dilakukan oleh individu tanpa harus menggunakan nama perusahaan atau badan usaha. Artinya, meskipun kamu belum punya PT, CV, atau usaha resmi, kamu tetap bisa menjual dan mengirim produk ke negara lain secara legal.
Jenis ekspor ini menjadi pilihan favorit banyak orang, terutama mereka yang baru mulai merintis usaha atau pengin mencoba pasar internasional tanpa ribet urusan administrasi. Prosesnya jauh lebih simpel dibanding ekspor skala besar, tapi tetap punya aturan yang harus diikuti.
Supaya lebih jelas, berikut beberapa ciri dan kelebihan ekspor barang perorangan:
Ciri-Ciri Ekspor Barang Perorangan

- Dilakukan oleh individu, bukan perusahaan.
- Jumlah barang biasanya kecil atau bersifat personal.
- Tidak memerlukan izin usaha atau dokumen rumit seperti ekspor korporasi.
- Cocok untuk pengiriman non-komersial maupun penjualan kecil.
- Tetap melewati pemeriksaan bea cukai sesuai aturan negara asal dan tujuan.
Kelebihan Ekspor Barang Perorangan

- Lebih mudah dan cepat karena dokumen yang dibutuhkan sangat minim.
- Biaya lebih ringan dibanding ekspor skala besar.
- Bisa jadi langkah awal untuk tes pasar luar negeri.
- Cocok untuk pelaku UMKM, freelancer, reseller, hingga yang sekadar kirim barang ke keluarga di luar negeri.
- Tidak membutuhkan NPWP atau legalitas usaha tertentu.
Contoh Barang yang Umumnya Diekspor Secara Perorangan

- Produk handmade (tas, aksesori, kerajinan)
- Produk fashion
- Makanan ringan kemasan
- Skincare dan kosmetik tertentu
- Merchandise atau barang custom
- Dokumen atau barang pribadi
Jadi, kalau selama ini kamu mikir “Aku belum punya perusahaan, bisa nggak kirim barang ke luar negeri?” jawabannya: bisa banget! Ekspor perorangan itu justru jadi jalan paling simpel buat pemula yang pengin memperluas pasar tanpa banyak modal.
Cara Ekspor Barang Perorangan untuk Pemula
Setelah tahu apa itu ekspor perorangan, sekarang saatnya masuk ke langkah-langkah praktiknya. Tenang, meskipun kedengarannya serius, sebenarnya prosesnya cukup simpel. Kamu cuma perlu mengikuti beberapa tahapan berikut ini:
- Tentukan Barang yang Akan Diekspor
Langkah pertama adalah menentukan barang apa yang mau kamu kirim. Pastikan barang tersebut boleh diekspor dan tidak masuk daftar larangan bea cukai.
Hal yang perlu kamu cek:
- Apakah barang diperbolehkan dikirim ke luar negeri?
- Apakah memerlukan izin tertentu?
- Apakah negara tujuan memiliki aturan khusus?
- Apakah barang mudah rusak atau memiliki batasan?
Barang yang aman untuk diekspor perorangan:
- Kerajinan tangan
- Pakaian dan aksesori
- Produk fashion
- Produk digital yang dikemas secara fisik (merch, karya seni, dll.)
- Makanan kemasan kering yang punya label jelas
- Souvenir dan barang oleh-oleh
Kalau barangmu ragu-ragu, kamu bisa cek langsung lewat website bea cukai atau tanyakan ke pihak ekspedisi.
- Siapkan Dokumen Dasar
Untungnya, ekspor perorangan nggak butuh banyak dokumen rumit. Cukup beberapa hal sederhana:
Dokumen yang biasanya diperlukan:
- KTP atau identitas diri lainnya
- Data penerima di luar negeri
- Nama lengkap
- Alamat detail (harus sangat lengkap)
- Kode pos
- Nomor telepon
- Invoice sederhana berisi daftar barang dan harganya
- Deklarasi barang jika diminta pihak ekspedisi
- Dokumen tambahan (hanya jika perlu), misalnya health certificate untuk makanan tertentu
Mayoritas jasa ekspor sudah membantu menyiapkan ini, jadi kamu nggak perlu takut salah.
- Pilih Jasa Pengiriman Internasional
Ini salah satu tahap paling penting. Kamu perlu menentukan jasa ekspedisi yang menyediakan layanan ekspor untuk perorangan.
Rekomendasi jasa ekspor populer:
- DHL Express
- FedEx
- UPS
- EMS Pos Indonesia
- JNE International
- J&T International
- Layanan forwarder eksportir perorangan
Tips memilih jasa ekspor:
- Bandingin tarif dan estimasi waktu tiba
- Pastikan mereka punya sistem tracking real-time
- Cek review pengguna
- Tanyakan soal bea masuk negara tujuan
Setiap ekspedisi punya kelebihan masing-masing. Tinggal sesuaikan dengan jenis barang, budget, dan kebutuhan.
- Packing Barang dengan Aman
Karena barang akan melakukan perjalanan jauh, kualitas packing wajib diperhatikan.
Cara packing yang benar:
- Gunakan bubble wrap atau pelindung berlapis
- Pilih kardus yang tebal dan kuat
- Segel dengan lakban berkualitas
- Letakkan stiker fragile jika barang mudah pecah
- Cantumkan alamat pengirim dan penerima dengan jelas (lebih baik dicetak)
Packing yang aman bukan cuma melindungi barang, tapi juga mengurangi risiko kena inspeksi ulang.
- Bayar Ongkir dan Biaya Tambahan
Setelah semua siap, kamu akan mendapatkan total ongkir ekspor.
Biaya yang mungkin muncul:
- Ongkir internasional
- Fuel surcharge
- Biaya handling
- Biaya tambahan bila barang berukuran besar atau berat
- Pajak/bea masuk (biasanya dibayar penerima)
Sebelum kirim, infokan ke pembeli bahwa ada kemungkinan pajak di negara tujuan.
- Lacak Pengiriman (Tracking)
Setelah paket dikirim, kamu akan mendapatkan nomor resi internasional. Masukkan nomor ini ke website ekspedisi untuk memantau pergerakan barang.
Tracking berguna untuk:
- Memastikan barang tidak stuck
- Memberi update ke pembeli/penerima
- Mengetahui estimasi waktu tiba
Tips yang wajib kamu ikuti
- Gunakan deskripsi barang yang jujur dan jelas
Tulis jenis barang sesuai kenyataan. Deskripsi yang terlalu umum bisa bikin paket diperiksa lebih lama. - Jangan melebih-lebihkan nilai barang
Harga barang yang ditulis terlalu tinggi bisa bikin pajak penerima membengkak dan malah bikin komplen. - Hindari pengiriman barang cair, mudah meledak, atau dilarang
Barang berisiko tinggi bisa ditolak ekspedisi atau disita bea cukai. - Sediakan backup invoice
Simpan salinan invoice untuk jaga-jaga jika diminta saat pengecekan tambahan. - Gunakan jasa ekspedisi yang berpengalaman
Pilih ekspedisi yang punya layanan ekspor perorangan, tracking jelas, dan reputasi bagus. - Simpan bukti pengiriman sampai barang diterima
Bukti resi penting untuk klaim, tracking, dan memastikan transaksi berjalan aman.
Baca juga: Cara Packing Daun Pisang untuk Ekspor Agar Lolos Quality Check
Siap Ekspor? Saatnya Melangkah Lebih Jauh Bersama Go Export
Kalau kamu ingin belajar ekspor dengan cara yang lebih terarah, praktis, dan langsung dipandu oleh ahlinya, saatnya ikut program pelatihan, workshop, dan pendampingan ekspor bersama Go Export. Kamu bisa mengikuti kelas seminar, kelas workshop, serta sesi mentoring intensif yang membahas strategi ekspor dari dasar hingga advanced. Cocok banget untuk pelaku UMKM, reseller, atau siapa pun yang ingin memperluas pasar hingga ke luar negeri.
Ayo daftar sekarang dan mulai perjalanan ekspor kamu sekarang bersama Go Export! Buka peluang baru, tingkatkan skill, dan wujudkan mimpi Go Global dengan bimbingan para praktisi berpengalaman.





1 Komentar
Pingback: Cara Mengurus Izin Ekspor untuk Pemula, Mudah & Anti Ribet!