goexport.org – Sekam padi sering dianggap limbah pertanian yang nggak punya nilai. Padahal, di pasar internasional, sekam padi justru jadi komoditas yang cukup dicari. Mulai dari bahan bakar biomassa, media tanam, sampai bahan baku industri, sekam padi Indonesia punya peluang ekspor yang besar. Nah, kalau kamu tertarik menembus pasar luar negeri, penting banget buat tahu cara ekspor sekam padi dari Indonesia beserta syarat-syaratnya. Tenang, prosesnya nggak serumit yang dibayangkan, asal paham alurnya.
Sekam padi yang dulu sering dipandang sebelah mata, sekarang justru mulai naik kelas. Kalau dulu cuma dianggap sisa penggilingan padi yang numpuk di gudang atau dibuang begitu saja, sekarang sekam padi sudah berubah jadi komoditas bernilai ekonomi tinggi. Mulai dari bahan baku bioenergi, campuran pakan ternak, sampai pupuk dan media tanam, semuanya bisa berasal dari sekam padi.
Nggak heran kalau permintaan sekam padi dari luar negeri terus meningkat. Negara-negara yang peduli lingkungan dan energi terbarukan mulai melirik limbah pertanian sebagai solusi berkelanjutan. Indonesia yang punya stok sekam padi melimpah jelas punya peluang besar di sini.
Tapi sebelum terjun ke bisnis ini, kamu perlu paham betul aturan main ekspor sekam padi. Mulai dari syarat, dokumen, sampai proses pengirimannya. Supaya nggak salah langkah, artikel ini bakal ngebahas semuanya dengan bahasa ringan dan mudah dipahami.
Baca juga: Cara Melakukan Ekspor Barang ke Luar Negeri untuk Pemula
Sekam Padi – Limbah yang Berubah Jadi Peluang Bisnis
Sekam padi adalah kulit luar gabah yang terpisah saat proses penggilingan beras. Teksturnya ringan, agak kasar, dan jumlahnya sangat melimpah di daerah penghasil padi. Walau terlihat sederhana, sekam padi punya banyak fungsi, seperti:
- Campuran pakan ternak karena kandungan seratnya
- Bahan bakar alternatif berbasis biomassa
- Media tanam untuk pertanian dan hidroponik
- Bahan baku pupuk organik
Dengan berbagai manfaat tersebut, sekam padi nggak lagi dianggap limbah, tapi justru bahan baku industri yang dicari pasar global.
Industri yang Membutuhkan Sekam Padi dan Arang Sekam

Permintaan sekam padi dan arang sekam datang dari berbagai sektor industri, baik skala kecil maupun besar.
- Industri Bioenergi
Sektor ini jadi pengguna terbesar arang sekam padi. Briket arang sekam dipakai sebagai bahan bakar ramah lingkungan pengganti batu bara.
Beberapa pengguna utamanya:
- Pembangkit listrik biomassa
- Pabrik semen dan pengecoran logam
- Boiler industri untuk menghasilkan uap panas
Keunggulannya jelas: lebih bersih, murah, dan berkelanjutan.
- Sektor Pertanian
Di dunia pertanian, arang sekam dikenal dengan nama biochar. Fungsinya bukan cuma tambahan, tapi sudah jadi kebutuhan.
- Media tanam hidroponik karena ringan dan poros
- Campuran pupuk untuk meningkatkan kesuburan tanah
- Membantu menahan air dan nutrisi di dalam tanah
- Industri Makanan dan Minuman
Briket arang sekam juga banyak dipakai sebagai bahan bakar memasak.
- Restoran dan rumah makan (panggang, sate, seafood)
- Pabrik pengolahan makanan untuk pengeringan atau pemanasan
Alasannya sederhana: panas stabil dan minim asap.
- Industri Lainnya
Sekam padi juga dimanfaatkan di sektor lain, seperti:
- Penjernihan air (dijadikan arang aktif)
- Industri tekstil dan pewarna
- Campuran pakan ternak
- Bahan isolator panas
- Industri keramik dan batu bata
Sekam Padi Bisa Diolah Jadi Apa Saja?

Sekam padi punya banyak “wajah” tergantung cara pengolahannya.
- Bahan Bakar Biomassa
Sekam padi bisa diolah jadi briket atau pelet sebagai bahan bakar alternatif untuk industri besar.
- Media Tanam & Pupuk
Baik dalam bentuk mentah maupun arang sekam, keduanya sangat berguna untuk:
- Tanaman hias
- Sayuran
- Sistem hidroponik
- Campuran kompos dan pupuk organik
- Arang Aktif
Lewat proses karbonisasi dan aktivasi, sekam padi berubah jadi arang aktif dengan daya serap tinggi. Banyak dipakai untuk:
- Filter air
- Penyaring udara
- Proses pemurnian warna
- Bahan Bangunan & Industri
Sekam padi juga dimanfaatkan sebagai:
- Bahan bakar pembakaran keramik
- Campuran pakan ternak
- Material isolator panas
Cara Pengemasan Sekam Padi untuk Ekspor
Pengemasan sangat penting, apalagi untuk pengiriman jarak jauh.
- Kemasan Balok (Bale)
Sekam padi dipadatkan jadi balok besar supaya hemat ruang dan ongkos kirim.
Cocok untuk: pengiriman volume besar via laut.
- Kemasan Karung
Biasanya pakai karung plastik PP atau HDPE dengan berat standar 25–50 kg.
Tips penting:
- Karung harus bersih dan kuat
- Wajib diberi label produk
- Jumbo Bag
Untuk skala besar, jumbo bag jadi pilihan paling praktis.
- Kapasitas 500–1.500 kg
- Mudah bongkar muat
- Aman untuk ekspor massal
- Kemasan Briket
Briket arang sekam biasanya dibungkus plastik shrink atau dimasukkan ke karung/kardus agar tetap kering.
Potensi Pasar Ekspor Sekam Padi
Pasar internasional cukup terbuka lebar. Negara seperti Jepang, Korea Selatan, China, dan beberapa negara Eropa aktif mencari produk berbasis limbah pertanian yang ramah lingkungan.
Buat pengusaha Indonesia, ini jadi peluang emas karena:
- Bahan baku melimpah
- Harga kompetitif
- Kualitas bersaing
Syarat dan Dokumen Ekspor Sekam Padi
Agar ekspor berjalan lancar, kamu wajib menyiapkan:
- NIB (Nomor Induk Berusaha) dari OSS
- Invoice & Packing List
- PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang)
- HS Code yang sesuai
- Sekam padi mentah: 1213.00.00
- Pelet/briket biomassa: 4401.31.00
- Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill
- Surat Keterangan Asal (SKA)
- Sertifikat Karantina Tumbuhan (Phytosanitary Certificate)
Karantina dan Standar Kualitas
Produk sekam padi wajib:
- Bebas hama dan penyakit
- Kadar air rendah
- Bersih dari tanah dan kotoran
- Dikemas rapi dan higienis
Sertifikat karantina jadi dokumen kunci agar barang diterima di negara tujuan.
Prosedur Ekspor Sekam Padi Secara Singkat
- Siapkan legalitas usaha
- Pastikan kualitas dan kemasan produk
- Cari dan deal dengan buyer
- Urus dokumen ekspor & karantina
- Kirim barang via freight forwarder
- Pantau pengiriman & pembayaran
Tantangan dalam Ekspor Sekam Padi
Meski peluangnya besar, tetap ada tantangan:
- Standar kualitas tiap negara berbeda
- Regulasi bisa berubah
- Persaingan dengan eksportir dari negara lain
Solusinya? Jaga kualitas, update regulasi, dan bangun relasi jangka panjang dengan buyer.
Kuncinya ada pada pemahaman proses, kelengkapan dokumen, dan konsistensi kualitas. Kalau semua itu dipersiapkan dengan matang, peluang menembus pasar internasional bukan hal yang mustahil, bahkan untuk pelaku usaha pemula sekalipun.
Baca juga: Panduan Cara Belajar Ekspor Agar Siap Go Internasional
Siap Naik Level Jadi Eksportir? Mulai dari Ilmunya Dulu
Kalau kamu serius ingin terjun ke dunia ekspor—baik sekam padi maupun komoditas lainnya belajar langsung dari ahlinya adalah langkah paling aman dan efektif.
Go Export hadir sebagai partner belajar yang tepat lewat:
- Pelatihan ekspor dari dasar sampai praktik
- Workshop interaktif dengan studi kasus nyata
- Seminar ekspor bersama praktisi dan eksportir berpengalaman
Di sini, kamu nggak cuma dapat teori, tapi juga insight lapangan, tips menghindari kesalahan umum, dan jaringan yang bisa membuka peluang bisnis baru.
👉 Yuk, upgrade skill ekspormu sekarang bersama Go Export
Karena ekspor bukan soal siapa yang paling besar, tapi siapa yang paling siap.





1 Komentar
Pingback: Cara Ekspor Cengkeh ke Luar Negeri yang Aman dan Legal