goexport.org – Kinerja perdagangan luar negeri Jawa Timur kembali menunjukkan tren positif di awal tahun. Data terbaru menunjukkan bahwa ekspor Jatim Januari 2026 berhasil mencapai angka sekitar US$2,05 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa sektor ekspor dari Jawa Timur masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
Pencapaian ini tentu menjadi kabar baik, terutama bagi pelaku industri dan pemerintah daerah yang terus mendorong peningkatan ekspor dari berbagai sektor. Dengan kontribusi yang besar terhadap ekspor nasional, Jawa Timur tetap menjadi salah satu provinsi dengan aktivitas perdagangan internasional yang cukup kuat.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, nilai Ekspor Jatim Januari 2026 tercatat mencapai sekitar US$2,05 miliar. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 4,73 persen dibandingkan periode yang sama pada Januari 2025 yang berada di angka US$1,96 miliar.
Peningkatan ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekspor dari Jawa Timur masih terus bergerak dan mampu bersaing di pasar global. Banyak sektor industri di daerah ini tetap mampu menjaga produksi dan permintaan dari luar negeri.
Ekspor Nonmigas Jadi Penyumbang Terbesar
Jika melihat lebih dalam data perdagangan luar negeri, kenaikan Ekspor Jatim Januari 2026 ternyata banyak didorong oleh sektor nonmigas. Sektor ini memang selama ini menjadi tulang punggung ekspor Jawa Timur karena didominasi oleh berbagai produk industri, pertanian, hingga hasil perikanan.
Berdasarkan data terbaru, nilai ekspor nonmigas pada Januari 2026 tercatat mencapai sekitar US$2,046 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 5,24 persen dibandingkan Januari 2025 yang berada di kisaran US$1,94 miliar. Kenaikan ini menunjukkan bahwa produk-produk nonmigas dari Jawa Timur masih memiliki permintaan yang cukup tinggi di pasar internasional.
Sebaliknya, sektor migas justru mengalami penurunan yang cukup tajam. Nilai ekspor migas pada Ekspor Jatim Januari tercatat hanya sekitar US$2,96 juta, turun drastis sekitar 75,83 persen dibandingkan Januari 2025 yang masih mencapai US$12,24 juta. Penurunan ini terjadi karena pada periode tersebut tidak ada ekspor minyak mentah dari Jawa Timur, sehingga nilainya turun hingga 100 persen.
Untuk lebih memahami kondisi ekspor Jawa Timur pada Januari 2026, berikut beberapa poin penting yang bisa diperhatikan:
- Ekspor nonmigas meningkat cukup signifikan
Nilai ekspor nonmigas naik sekitar 5,24 persen, dari US$1,94 miliar menjadi sekitar US$2,046 miliar. - Ekspor migas mengalami penurunan tajam
Nilainya turun sekitar 75,83 persen, dari US$12,24 juta menjadi hanya US$2,96 juta. - Tidak ada ekspor minyak mentah
Penurunan sektor migas terjadi karena ekspor minyak mentah dari Jawa Timur tercatat turun hingga 100 persen. - Nilai ekspor turun dibandingkan bulan sebelumnya
Jika dibandingkan Desember 2025, total ekspor Jawa Timur memang mengalami penurunan cukup besar. - Penurunan mencapai 25,90 persen
Nilai ekspor yang sebelumnya berada di angka US$2,77 miliar pada Desember 2025 turun menjadi US$2,05 miliar pada Januari 2026.
Meski mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, kinerja Ekspor Jatim Januari tetap menunjukkan potensi yang kuat, terutama dari sektor nonmigas yang masih menjadi penyumbang terbesar dalam perdagangan internasional Jawa Timur.
Beberapa Komoditas Ekspor Mengalami Lonjakan
Dalam daftar sepuluh komoditas nonmigas terbesar dari Jawa Timur, beberapa di antaranya menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.
Berikut beberapa komoditas yang mengalami kenaikan nilai ekspor:
- Lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15)
Komoditas ini mengalami kenaikan paling tinggi, yaitu sekitar 35,33 persen dengan nilai ekspor mencapai US$224,82 juta. - Ikan, krustasea, dan moluska (HS 03)
Produk perikanan juga menunjukkan performa yang baik dengan peningkatan sekitar 24,93 persen menjadi US$116,06 juta. - Tembakau dan rokok (HS 24)
Komoditas ini naik sekitar 23,96 persen dengan nilai ekspor mencapai US$93,34 juta. - Produk kimia lainnya (HS 38)
Ekspor produk kimia juga mengalami kenaikan sekitar 10,73 persen dengan nilai mencapai US$91,82 juta.
Sementara itu, tidak semua komoditas mengalami peningkatan. Tembaga (HS 74) justru menjadi komoditas yang mengalami penurunan paling besar, yaitu sekitar 29,51 persen, dengan nilai ekspor menjadi US$134,11 juta.
Secara keseluruhan, sepuluh kelompok barang utama tersebut menyumbang sekitar 63,98 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur dan masih tumbuh sekitar 5,75 persen dibandingkan Januari tahun sebelumnya.
Amerika Serikat dan Tiongkok Jadi Tujuan Utama

Dari sisi negara tujuan, Amerika Serikat masih menjadi pasar terbesar untuk produk nonmigas dari Jawa Timur. Nilai ekspor ke negara tersebut tercatat mencapai sekitar US$325,43 juta, atau sekitar 15,90 persen dari total ekspor nonmigas.
Di posisi berikutnya ada Tiongkok dengan nilai ekspor mencapai sekitar US$300,25 juta.
Secara keseluruhan, ekspor nonmigas Jawa Timur ke 13 negara tujuan utama mencapai sekitar US$1,47 miliar. Angka ini setara dengan 72,01 persen dari total ekspor nonmigas dan mengalami kenaikan sekitar 7,88 persen dibandingkan Januari 2025.
Beberapa negara bahkan mencatat peningkatan yang cukup signifikan, seperti:
- Uni Emirat Arab yang melonjak hingga 102,63 persen
- Tiongkok yang meningkat sekitar 22,98 persen
Ekspor ke Beberapa Kawasan

Jika dilihat berdasarkan kawasan, kinerja ekspor Jawa Timur cukup bervariasi. Misalnya, ekspor ke negara-negara ASEAN tercatat mencapai sekitar US$381,85 juta. Namun angka ini justru mengalami penurunan sekitar 17,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebaliknya, ekspor ke kawasan Uni Eropa justru mengalami peningkatan. Nilainya mencapai sekitar US$139,81 juta, atau naik sekitar 15,12 persen dibandingkan Januari 2025.
Industri Pengolahan Masih Mendominasi
Sektor yang paling mendominasi dalam Ekspor Jatim Januari tetap berasal dari industri pengolahan. Nilai ekspor dari sektor ini mencapai sekitar US$1,96 miliar, atau mengalami kenaikan sekitar 6,87 persen dibandingkan Januari tahun sebelumnya.
Kontribusinya juga sangat besar, yakni sekitar 95,92 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur.
Selain industri pengolahan, beberapa sektor lain juga turut memberikan kontribusi meskipun nilainya tidak sebesar sektor utama, seperti:
- Sektor pertanian dengan nilai ekspor sekitar US$76,36 juta, namun mengalami penurunan sekitar 24,45 persen.
- Sektor pertambangan dan lainnya yang mencatat nilai ekspor sekitar US$4,29 juta, dengan kenaikan sekitar 3,42 persen.
Ingin Mulai Ekspor? Ikuti Pelatihan dan Workshop di Go Export!
Bagi kamu yang tertarik terjun ke dunia ekspor, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai belajar dan memperluas jaringan. Melalui pelatihan ekspor, workshop, dan seminar dari Go Export, kamu bisa mendapatkan banyak insight penting tentang cara memulai bisnis ekspor dengan benar.
Di Go Export, kamu akan belajar berbagai hal penting seperti:
- Cara memulai bisnis ekspor dari nol
- Strategi mencari buyer dari luar negeri
- Proses dokumen dan prosedur ekspor
- Tips memperluas pasar internasional
- Studi kasus dan pengalaman langsung dari para praktisi ekspor
Program pelatihan ini cocok untuk pengusaha, UMKM, maupun siapa saja yang ingin belajar ekspor secara praktis.
Jadi, kalau kamu ingin mengikuti jejak kesuksesan berbagai produk Indonesia di pasar global seperti dalam Ekspor Jatim Januari, jangan ragu untuk mulai belajar sekarang juga.
Daftar pelatihan, workshop, dan seminar ekspor di Go Export sekarang dan mulai langkah pertamamu menuju pasar internasional!




