goexport.org – Masuk ke dunia ekspor memang kelihatan menjanjikan. Pasar lebih luas, potensi keuntungan lebih besar, dan brand bisa naik kelas. Tapi di balik peluang itu, ada banyak jebakan yang sering bikin pebisnis baru terpeleset. Faktanya, banyak kesalahan Eksportir Pemula yang sebenarnya bisa dihindari kalau tahu ilmunya dari awal. Sayangnya, karena terlalu semangat atau kurang riset, kesalahan-kesalahan ini sering terulang.
Kalau kamu lagi mau mulai bisnis ekspor atau baru jalan beberapa bulan, artikel ini wajib kamu baca sampai habis.
Masuk ke dunia ekspor itu rasanya keren banget. Produk lokal bisa tembus pasar internasional, peluang cuan makin lebar, dan bisnis naik level. Tapi realitanya, nggak sedikit yang tumbang di awal jalan. Bukan karena produknya jelek, tapi karena melakukan kesalahan Eksportir Pemula yang sebenarnya bisa dihindari.
1. Terlalu Ngebut, Minim Persiapan
Ini salah satu kesalahan Eksportir Pemula yang paling sering terjadi. Semangatnya luar biasa, sudah kebayang closing dengan buyer luar negeri, tapi fondasi bisnisnya belum benar-benar siap.
Banyak yang fokusnya cuma satu: “Yang penting dapat buyer dulu.”
Padahal ekspor itu bukan sekadar jualan, tapi soal sistem, legalitas, dan kesiapan operasional.
Yang sering terjadi biasanya seperti ini:
- Legalitas usaha belum lengkap
- Belum punya izin ekspor yang sesuai
- Tidak paham alur pengiriman internasional
- Bingung saat diminta dokumen resmi
- Tidak tahu istilah seperti FOB, CIF, atau HS Code
Begitu buyer minta dokumen lengkap atau detail teknis, langsung kelabakan. Ujung-ujungnya? Kesempatan emas hilang karena dianggap tidak profesional.
Padahal, kalau dari awal sudah siap, peluang deal justru jauh lebih besar.
Biar Aman dan Siap Tempur:

Supaya kamu nggak masuk ke daftar kesalahan Eksportir Pemula berikutnya, ini checklist penting yang wajib dibereskan:
- ✅ Pastikan legalitas lengkap
NIB, NPWP, dan izin usaha harus aktif dan sesuai bidang usaha. - ✅ Pahami alur ekspor dari hulu ke hilir
Mulai dari produksi, quality control, pengemasan, pengiriman, sampai barang diterima buyer. - ✅ Pelajari dokumen penting ekspor
Seperti invoice, packing list, bill of lading / airway bill, certificate of origin, dan dokumen pendukung lainnya. - ✅ Kenali istilah perdagangan internasional (Incoterms)
Misalnya FOB, CIF, EXW, agar tidak salah paham saat negosiasi. - ✅ Siapkan sistem internal yang rapi
Stok jelas, kualitas stabil, dan timeline produksi realistis.
Ingat, ekspor itu bukan cuma kirim barang ke luar negeri. Ini tentang membangun reputasi dan kepercayaan jangka panjang.
Kalau fondasi sudah kuat, kamu nggak cuma siap closing sekali — tapi siap ekspor berkali-kali.
2. Jualan Tanpa Cek Pasar
Ini juga termasuk kesalahan Eksportir Pemula yang sering terjadi karena terlalu percaya diri. Merasa produk sudah laku keras di dalam negeri, lalu berpikir pasti gampang tembus pasar luar negeri.
Padahal kenyataannya? Setiap negara punya:
- Selera konsumen yang berbeda
- Daya beli yang berbeda
- Regulasi impor yang berbeda
- Standar kualitas yang berbeda
- Preferensi kemasan yang berbeda
Contohnya, produk makanan yang laris di Indonesia belum tentu cocok di Eropa karena standar bahan bakunya lebih ketat. Atau kemasan yang biasa saja di pasar lokal bisa dianggap kurang menarik di negara lain.
Masalahnya, banyak eksportir pemula baru sadar setelah barang dikirim. Ketika produk kurang diminati atau tertahan regulasi, barulah panik.
Inilah kenapa “jual dulu, riset belakangan” bisa jadi kesalahan mahal.
Biar Nggak Salah Target:

Supaya nggak masuk ke daftar kesalahan Eksportir Pemula berikutnya, lakukan beberapa langkah ini sebelum benar-benar menargetkan negara tujuan:
- ✅ Cek tren dan permintaan pasar
Lihat apakah produkmu memang dibutuhkan di negara tersebut. Pelajari volume impor dan kompetitornya. - ✅ Pelajari regulasi impor
Apakah produkmu butuh izin khusus? Sertifikasi tertentu? Label dalam bahasa lokal? - ✅ Perhatikan standar kualitas dan kemasan
Beberapa negara mewajibkan standar keamanan, komposisi bahan, hingga detail informasi pada label. - ✅ Analisa kompetitor di negara tujuan
Siapa saja pemain utamanya? Berapa harga rata-ratanya? Apa keunggulan mereka? - ✅ Sesuaikan strategi, bukan asal kirim
Kadang produk perlu sedikit modifikasi agar lebih cocok dengan pasar luar.
Ingat, riset itu bukan bikin ribet. Justru ini investasi supaya kamu nggak salah kirim, salah harga, atau salah strategi.
Ekspor yang cerdas selalu dimulai dari data, bukan nekat.
3. Terlalu Percaya Sama Buyer
Dapat buyer luar negeri rasanya senang banget. Tapi jangan langsung percaya 100%.
Beberapa eksportir pemula pernah kirim barang dulu, pembayaran belakangan. Hasilnya? Barang jalan, uang nggak datang.
👉 Biar Nggak Kena Drama:
- Cek profil perusahaan buyer.
- Pastikan alamat dan website jelas.
- Gunakan metode pembayaran aman seperti L/C atau TT dengan skema jelas.
Hati-hati itu bukan curiga, tapi profesional.
4. Salah Hitung Harga Ekspor
Banyak yang cuma hitung biaya produksi + ongkir. Padahal ada biaya lain seperti:
- Handling
- Asuransi
- Pajak
- Bea cukai
- Fluktuasi kurs
Akhirnya? Kirain untung, ternyata tipis banget atau malah rugi.
👉 Solusinya:
Gunakan perhitungan export costing yang detail. Pastikan semua komponen masuk dan margin tetap aman.
5. Kualitas Nggak Konsisten
Awalnya bagus, tapi begitu order naik, kualitas turun. Ini fatal banget.
Buyer internasional suka konsistensi. Sekali kecewa, bisa langsung cari supplier lain.
👉 Biar Tetap Dipercaya:
- Terapkan quality control ketat.
- Standarisasi produksi.
- Pertimbangkan sertifikasi seperti ISO atau HACCP kalau relevan.
6. Komunikasi Kurang Responsif
Ekspor itu jarak jauh. Jadi komunikasi adalah nyawa bisnisnya.
Kalau kamu lama balas email atau jawabnya nggak jelas, buyer bisa ilfeel.
👉 Tips Simpel:
- Gunakan email profesional dan WhatsApp Business.
- Balas cepat dan jelas.
- Update progres pengiriman secara berkala.
Mulai dari terlalu buru-buru tanpa legalitas lengkap, tidak riset pasar, salah hitung biaya, sampai kurang memahami sistem pembayaran internasional semuanya bisa dicegah kalau kamu punya bekal yang tepat.
Ingat, ekspor bukan sekadar kirim barang ke luar negeri. Ini tentang membangun reputasi, menjaga kepercayaan buyer, dan menciptakan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Kalau kamu serius ingin naik level dan menghindari kesalahan-kesalahan fatal di awal, belajar dari ahlinya adalah langkah paling aman dan cepat.
Tingkatkan Skill Ekspor Kamu Bersama Go Export
Daripada trial and error yang berisiko rugi, lebih baik upgrade pengetahuan dan strategi bisnismu lewat pelatihan yang tepat.
Ikuti pelatihan ekspor, workshop, dan seminar di Go Export untuk memahami:
- Alur ekspor dari nol sampai closing
- Cara mencari dan memverifikasi buyer luar negeri
- Strategi negosiasi dan penentuan harga ekspor
- Manajemen dokumen dan regulasi internasional
Dengan mentor berpengalaman dan materi yang aplikatif, kamu bisa lebih percaya diri masuk pasar global tanpa takut salah langkah.
Jangan tunggu sampai gagal dulu baru belajar.
Daftar sekarang di Go Export dan siapkan bisnismu menembus pasar internasional dengan strategi yang matang dan terarah.




