goexport.org – Kunyit bukan cuma bumbu dapur yang bikin masakan makin sedap, tapi juga punya nilai jual tinggi di pasar internasional. Banyak negara seperti India, Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat punya permintaan besar terhadap kunyit karena manfaatnya yang luar biasa untuk kesehatan, kecantikan, sampai industri farmasi. Nah, buat kamu yang tertarik menjajal peluang ini, yuk kita bahas cara ekspor kunyit yang benar supaya produkmu bisa tembus pasar global tanpa hambatan.
Baca juga: Cara Cari Buyer Ekspor, Tips & Strategi Menembus Pasar Global
Ekspor Kunyit
Sebelum masuk lebih dalam ke strategi dan langkah-langkahnya, penting banget buat tahu dulu apa sih yang dimaksud dengan ekspor kunyit.
Secara sederhana, ekspor kunyit adalah kegiatan menjual dan mengirim produk kunyit baik dalam bentuk segar, kering, bubuk, maupun olahan ke luar negeri dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dan memperluas pasar.
Ekspor ini bisa dilakukan oleh perorangan, UKM, maupun perusahaan besar, asalkan memenuhi persyaratan dan standar ekspor yang berlaku di negara tujuan.
Nah, biar makin jelas, berikut poin-poin penting tentang pengertian ekspor kunyit yang perlu kamu pahami:
Produk yang Dapat Diekspor

Kunyit bisa diekspor dalam berbagai bentuk, tergantung kebutuhan pasar:
- Kunyit segar: biasanya untuk industri farmasi atau ekstraksi.
- Kunyit kering (iris): lebih awet dan mudah disimpan.
- Kunyit bubuk: punya nilai tambah tinggi dan diminati industri makanan serta kosmetik.
- Ekstrak kunyit / Curcumin: bentuk paling premium dengan harga jual tinggi.
Cara Ekspor Kunyit

Setelah tahu pengertian dan peluangnya, sekarang kita masuk ke bagian paling penting: cara ekspor kunyit yang benar biar produkmu bisa lolos standar global dan sampai ke tangan buyer dengan aman.
Berikut panduan lengkapnya:
- Siapkan Legalitas dan Izin Usaha
Langkah pertama sebelum bisa mengekspor adalah punya identitas usaha yang sah.
Beberapa dokumen yang wajib kamu miliki:
- NIB (Nomor Induk Berusaha) — bisa didapat lewat OSS (Online Single Submission).
- SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) — untuk menunjukkan bahwa kamu legal melakukan aktivitas jual beli.
- NPWP Badan atau Perorangan — diperlukan untuk urusan pajak ekspor.
- Tanda Daftar Eksportir (jika dibutuhkan) — tergantung pada jenis produk dan kebijakan instansi terkait.
Legalitas ini penting banget supaya kamu dianggap kredibel oleh buyer luar negeri.
- Tentukan Jenis Produk yang Akan Diekspor
Setelah urusan izin beres, tentukan jenis produk kunyit yang mau kamu jual.
Biasanya, ada tiga bentuk yang paling diminati pasar global:
- Kunyit segar – untuk industri herbal atau ekstraksi.
- Kunyit kering/iris – cocok untuk pengolahan dan penyimpanan jangka panjang.
- Kunyit bubuk – paling populer karena praktis dan punya nilai jual tinggi.
Pilih bentuk yang paling sesuai dengan kemampuan produksi dan permintaan pasar targetmu.
- Riset Pasar dan Tentukan Negara Tujuan
Jangan asal pilih negara, karena setiap negara punya standar yang berbeda.
Kamu bisa mulai riset dengan:
- Melihat data ekspor dari Badan Pusat Statistik (BPS).
- Mengecek negara importir kunyit terbesar, seperti India, Bangladesh, Jepang, dan Amerika Serikat.
- Mengunjungi platform B2B internasional seperti Alibaba atau Tradekey buat lihat tren permintaan.
Dari situ kamu bisa tahu jenis produk, harga, dan volume yang paling diminati.
- Jaga Kualitas dan Standar Produk
Buyer luar negeri nggak main-main soal kualitas. Jadi, pastikan kunyitmu memenuhi kriteria berikut:
- Tidak berjamur dan bebas kotoran.
- Warna kuning-oranye cerah, alami, tanpa pewarna tambahan.
- Kadar kurkumin tinggi (biasanya >3%).
- Sudah melalui proses pengeringan higienis (jika bubuk/iris).
Kalau bisa, lakukan uji laboratorium untuk membuktikan kandungan dan kebersihan produk.
Hasil uji ini juga bisa kamu pakai buat meyakinkan buyer.
- Lengkapi Dokumen Ekspor
Inilah bagian penting dalam proses cara ekspor kunyit.
Kamu perlu menyiapkan dokumen sebagai berikut:
- Invoice & Packing List → berisi data produk, jumlah, dan harga.
- Certificate of Origin (COO) → diterbitkan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk membuktikan asal produk.
- Phytosanitary Certificate → dari Karantina Pertanian untuk menunjukkan produk aman dan bebas hama.
- Bill of Lading (B/L) → dokumen pengiriman dari pihak ekspedisi.
- HS Code Kunyit (0910.30.00) → kode internasional identifikasi produk ekspor.
Kalau buyer meminta tambahan seperti sertifikat halal, organik, atau ISO 22000, sebaiknya kamu siapkan juga agar nilai jualnya lebih tinggi.
- Cari Buyer atau Partner Dagang
Kamu bisa mencari calon pembeli dengan berbagai cara:
- Daftar di marketplace B2B global seperti Alibaba, Global Sources, atau Made-in-China.
- Gabung di komunitas eksportir rempah di Indonesia.
- Ikut pameran perdagangan internasional atau event ekspor.
- Gunakan media sosial dan website profesional untuk menampilkan katalog produkmu.
Buat profil usaha yang rapi, sertakan foto produk berkualitas tinggi, dan tampilkan keunggulan produkmu (misalnya: “Kunyit Asli Jawa, Warna Cerah, Kadar Kurkumin Tinggi”).
- Tentukan Metode Pengiriman dan Pembayaran
Untuk pengiriman ke luar negeri, biasanya ada dua jalur utama:
- 🚢 Sea Freight (kapal laut): lebih murah untuk volume besar, tapi waktu kirimnya lama.
- ✈️ Air Freight (pesawat): lebih cepat, cocok untuk produk bernilai tinggi, tapi biayanya lebih mahal.
Sedangkan untuk metode pembayaran internasional, kamu bisa pakai:
- Letter of Credit (L/C) — aman untuk transaksi besar.
- Telegraphic Transfer (TT) — cepat dan umum digunakan untuk buyer yang sudah dipercaya.
Pastikan kamu bekerja sama dengan freight forwarder berpengalaman, supaya urusan dokumen dan pengiriman beres tanpa ribet.
- Daftarkan Produk ke Sistem Ekspor
Setelah semuanya siap, daftarkan produkmu ke sistem ekspor resmi seperti:
- INATRADE (Kementerian Perdagangan)
- INSW (Indonesia National Single Window)
Dari sini, kamu bisa memantau izin ekspor, memproses dokumen, dan memastikan semua berjalan sesuai aturan.
- Kirim Sampel Sebelum Kontrak Besar
Kalau buyer baru pertama kali bekerja sama, kirimkan dulu sampel kecil untuk uji kualitas.
Biasanya mereka akan mengecek warna, aroma, kadar kurkumin, dan tingkat kebersihan.
Kalau lolos, barulah kamu bisa lanjut ke kontrak besar dan produksi massal.
- Jaga Konsistensi & Bangun Kepercayaan Buyer
Setelah berhasil kirim pertama, jangan puas dulu.
Kunci sukses ekspor adalah konsistensi. Buyer luar negeri bakal terus pesan kalau kamu bisa jaga:
- Kualitas produk tetap stabil.
- Pengiriman tepat waktu.
- Komunikasi profesional dan cepat tanggap.
Kalau hubungan ini terjaga, bukan cuma repeat order, tapi kamu bisa dapat kontrak jangka panjang bahkan jadi pemasok tetap mereka.
Baca juga: Cara Ekspor Vanili Secara Legal & Aman Sesuai Aturan Bea Cukai
Yuk, Ikut Program Go Export!
Go Export hadir buat bantu kamu yang mau belajar cara ekspor dari nol sampai berhasil kirim produk ke luar negeri.
Program ini cocok banget buat kamu yang pengin naik level dari pelaku UMKM lokal jadi eksportir global.
Jadi, jangan tunggu nanti. Mulai sekarang, kembangkan usahamu dan bawa produk kunyitmu menembus pasar dunia bareng Go Export!
Daftar sekarang di Go Export dan wujudkan impian ekspor pertamamu!





1 Komentar
Pingback: Cara Packing Daun Pisang untuk Ekspor Agar Lolos Quality Check