goexport.org – Bawang merah, siapa sih yang nggak kenal? Selain jadi bumbu wajib di dapur, komoditas ini punya peluang besar untuk diekspor ke luar negeri. Tapi, jangan salah, ekspor bawang merah itu nggak semudah dijual di pasar lokal. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan supaya produk kita diterima di pasar internasional. Nah, di artikel ini, kita bakal bahas cara ekspor bawang merah dengan gaya santai tapi tetap informatif.
Selain Thailand, Indonesia punya banyak negara potensial untuk mengekspor bawang merah. Setiap negara punya kebutuhan dan karakter pasar yang berbeda, jadi penting tahu dulu sebelum mulai ekspor. Berikut list lengkapnya:
Berdasarkan data komoditas bawang merah yang diekspor Indonesia pada 2024: total nilai ekspor bawang merah segar/chilled mencapai sekitar USD 18,739 juta dengan volume ekspor 13.954.100 kg. Dari sini kita bisa hitung harga rata‑rata ekspor bawang merah Indonesia ke pasar luar negeri:
Rata‑rata harga ekspor bawang merah ≈ USD 1,34 per kg
(18,739,240 / 13,954,100 ≈ 1,34)
Kalau dikonversi ke Rupiah (kurs sekitar Rp 15.000), ini setara dengan kira‑kira Rp 20.000 – Rp 22.000 per kilogram bawang merah saat masuk ke pasar ekspor.
👉 Catatan: angka ini adalah rata‑rata keseluruhan ekspor bawang merah Indonesia ke semua negara di 2024. Harga per negara bisa berbeda tergantung permintaan, kualitas produk, dan negosiasi pasar.
Peluang Ekspor Bawang Merah dari Indonesia
Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen bawang merah terbesar di dunia. Produk bawang merah lokal punya cita rasa khas, tekstur renyah, dan daya simpan yang bagus ini semua jadi nilai jual di pasar internasional. Contohnya, bawang merah varietas Super Philips dari PT Karya Tani Semesta pernah diekspor ke Thailand dan Singapura sebanyak 2.760 ton di 2019. Sementara itu, UD Dua Putri Solehah dari Probolinggo mengekspor 990 kg bawang merah ke Jepang, lalu meningkat jadi 1,8 ton di 2021. Secara keseluruhan, Thailand jadi pasar utama bawang merah Indonesia di kawasan Asia. Nilai ekspor ke Thailand pada 2022 mencapai sekitar US$3,985 juta (sekitar Rp59,7 triliun). Kalau kamu mau serius, data ini jelas menunjukkan bahwa ekspor bawang merah itu masih punya prospek cerah. Kunci utama adalah bawang merah berukuran sedang hingga besar, berwarna merah cerah, segar, dan kadar air rendah persis seperti varietas Super Philips.Cara Ekspor Bawang Merah: Langkah Demi Langkah
Sebelum bawang merahmu mendarat di rak luar negeri, ada beberapa langkah penting yang harus kamu lakukan:- Persiapan Awal
- Lengkapi Dokumen Ekspor
- Surat Permohonan Ekspor: Surat resmi untuk meminta izin ekspor.
- Invoice: Berisi rincian harga dan jumlah produk.
- Packing List: Daftar produk yang dikemas.
- Bill of Lading: Dokumen pengiriman dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan.
- Sertifikat Fitosanitari: Bukti bahwa bawang merah bebas dari hama dan penyakit.
- Penuhi Persyaratan Khusus Negara Tujuan
- Label dan kemasan: Sesuaikan dengan bahasa dan format negara tujuan.
- Batas residu pestisida: Jangan sampai melebihi batas maksimum.
- Proses karantina: Beberapa negara akan memeriksa bawang merahmu sebelum masuk pasar.
- Distribusi dan Pemasaran
- Promosi lewat media sosial atau website
- Ikut pameran produk internasional
- Kerja sama dengan agen distribusi luar negeri
Negara Tujuan Ekspor Bawang Merah
Selain Thailand, Indonesia punya banyak negara potensial untuk mengekspor bawang merah. Setiap negara punya kebutuhan dan karakter pasar yang berbeda, jadi penting tahu dulu sebelum mulai ekspor. Berikut list lengkapnya:
- Hong Kong
- Permintaan bawang merah terus naik setiap tahun.
- Daya tarik utama: sektor kuliner yang super beragam dan gaya hidup makan di luar yang tinggi.
- Tips ekspor: pastikan bawang merah bebas hama dan dikemas rapi karena konsumen Hong Kong cukup sensitif terhadap kualitas dan tampilan.
- Singapura
- Singapura terkenal dengan industri kuliner yang berkembang pesat.
- Permintaan bawang merah terus meningkat karena restoran, catering, dan pasar tradisional membutuhkan pasokan stabil.
- Tips ekspor: gunakan kemasan yang higienis dan label bahasa Inggris agar lebih profesional di mata buyer.
- Malaysia
- Jarak geografis yang dekat membuat distribusi lebih cepat dan biaya logistik lebih murah.
- Permintaan stabil karena bawang merah jadi bahan pokok masakan sehari-hari di rumah makan maupun pasar tradisional.
- Tips ekspor: pilih varietas bawang merah yang segar dan renyah, karena konsumen Malaysia menilai kualitas berdasarkan tekstur dan rasa.
- Uni Emirat Arab (UEA)
- Permintaan tinggi dari restoran, hotel, dan industri kuliner kelas atas.
- Bawang merah Indonesia punya peluang besar karena kualitasnya bisa bersaing dengan produk impor lain.
- Tips ekspor: pastikan dokumen fitosanitari lengkap dan gunakan kemasan premium untuk menarik buyer kelas menengah ke atas.
- Timor Leste
- Produksi lokal terbatas sehingga selalu mengimpor bawang merah dari luar.
- Pasar relatif stabil, cocok untuk eksportir yang ingin menjamin penjualan rutin.
- Tips ekspor: fokus pada pengiriman yang cepat karena jarak dekat dan kualitas bawang harus tetap prima.
- Australia
- Permintaan mulai meningkat di supermarket dan restoran Asia.
- Tips ekspor: patuhi standar residu pestisida yang ketat dan sertifikasi organik jika memungkinkan.
- Jepang
- Konsumen Jepang sangat selektif terhadap kualitas dan keseragaman ukuran bawang merah.
- Tips ekspor: bawang harus bersih, kering, dan bebas dari hama untuk lolos karantina.
Estimasi Harga Ekspor Bawang Merah (Per Kg)
Berdasarkan data komoditas bawang merah yang diekspor Indonesia pada 2024: total nilai ekspor bawang merah segar/chilled mencapai sekitar USD 18,739 juta dengan volume ekspor 13.954.100 kg. Dari sini kita bisa hitung harga rata‑rata ekspor bawang merah Indonesia ke pasar luar negeri:
Rata‑rata harga ekspor bawang merah ≈ USD 1,34 per kg
(18,739,240 / 13,954,100 ≈ 1,34)
Kalau dikonversi ke Rupiah (kurs sekitar Rp 15.000), ini setara dengan kira‑kira Rp 20.000 – Rp 22.000 per kilogram bawang merah saat masuk ke pasar ekspor.
👉 Catatan: angka ini adalah rata‑rata keseluruhan ekspor bawang merah Indonesia ke semua negara di 2024. Harga per negara bisa berbeda tergantung permintaan, kualitas produk, dan negosiasi pasar.
Siap Memulai Ekspor Bawang Merah? Yuk, Tingkatkan Skill Kamu!
Sekarang kamu sudah tahu cara ekspor bawang merah mulai dari peluang, persiapan dokumen, standar kualitas, sampai negara tujuan yang potensial. Semua langkah ini memang terlihat banyak, tapi kalau dipersiapkan dengan matang, peluang sukses di pasar internasional jelas terbuka lebar. Kalau kamu ingin lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan ekspor, langkah terbaik adalah meningkatkan skill dan pengetahuan tentang ekspor. Di sini, Go Export hadir untuk membantumu! Di Go Export, kamu bisa belajar langsung dari para ahli ekspor:- Cara memenuhi standar kualitas internasional
- Tips dokumen dan regulasi negara tujuan ekspor
- Strategi pemasaran dan distribusi ke luar negeri
Workshop dan seminar kami dibuat praktis, interaktif, dan bisa langsung dipraktikkan untuk bawang merah maupun komoditas hortikultura lainnya. Jadi, kamu nggak cuma dapat teori, tapi juga pengalaman nyata yang bisa langsung diterapkan.
Jangan tunggu lagi! Tingkatkan kemampuan ekspor kamu sekarang, supaya bawang merah Indonesia bisa sampai ke pasar internasional dengan sukses!




