goexport.org – Buat kamu yang punya usaha budidaya atau pengolahan belut, pasar lokal mungkin sudah terasa “kurang menantang”. Nah, kalau kamu mau naik level, ekspor belut segar maupun belut olahan bisa jadi peluang besar yang sayang banget kalau dilewatkan. Apalagi permintaan belut di luar negeri kayak Jepang, Korea, China, sampai Eropa cenderung stabil dan bahkan naik tiap tahun. Di artikel ini, kita bakal bahas Cara Ekspor Belut ke pasar global dengan bahasa yang santai tapi tetap lengkap. Cocok buat pemula yang baru mau mulai hingga pelaku usaha yang pengin memperluas pasar.
Baca juga: Cara Menghitung Devisa Hasil Ekspor – Rumus dan Contoh
Kenapa Belut Laku di Pasar Internasional?
Sebelum jauh membahas teknis Cara Ekspor Belut, penting banget buat paham kenapa hewan satu ini punya pamor tinggi di pasar global. Banyak pelaku usaha yang awalnya cuma fokus jualan di pasar lokal, tapi setelah tahu potensi ekspor belut, langsung melek kalau ternyata peluang cuannya besar. Nah, biar makin yakin, berikut beberapa alasan kenapa belut begitu diminati di luar negeri:
- Kaya Nutrisi & Jadi Sumber Protein Favorit
Belut dikenal punya kandungan protein yang tinggi, omega, vitamin A, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Konsumen di Jepang, Korea, dan China sangat perhatian sama kesehatan, jadi produk yang tinggi nutrisi seperti belut selalu punya tempat. Bahkan beberapa restoran premium menjadikan belut sebagai menu sehat dan berenergi.
- Termasuk Bahan Makanan Premium
Di beberapa negara, belut bukan sekadar lauk biasa. Belut digunakan untuk menu-menu spesial seperti unagi kabayaki, grilled eel, atau sajian high-end lainnya. Karena posisinya sebagai “premium ingredient”, permintaannya stabil dan harganya cenderung lebih tinggi.
- Permintaan Stabil & Terus Naik
Tren konsumsi belut di Asia Timur terus meningkat tiap tahun, baik untuk kebutuhan restoran, hotel, ataupun industri makanan olahan. Bahkan ketika kondisi ekonomi turun, makanan berbasis belut tetap dicari karena sudah jadi bagian dari tradisi kuliner mereka.
- Harga Jual Lebih Tinggi Dibanding Pasar Lokal
Yang bikin banyak orang tertarik mengekspor belut adalah margin keuntungannya. Di luar negeri, harga belut segar maupun olahan bisa beberapa kali lipat dari harga lokal, terutama untuk kualitas ekspor.
Kalau dikelola serius, ekspor belut bukan cuma menjanjikan, tapi bisa jadi bisnis yang cuannya stabil dan berjangka panjang.
Jenis Belut yang Paling Dicari Pembeli Luar Negeri

Biar kamu nggak salah target, pahami dulu jenis dan kondisi belut yang paling diminati:
- Belut Segar / Hidup
Jenis ini paling banyak dicari pasar Jepang, Hong Kong, dan Korea. Mereka lebih suka belut hidup karena dianggap lebih fresh dan kualitasnya lebih terjaga. Tapi, proses pengirimannya harus super ketat mulai dari kualitas air, oksigen, sampai suhu selama perjalanan.
- Belut Beku (Frozen Eel)
Pilihan ini lebih praktis dan tahan lama. Banyak pabrik makanan memilih frozen eel karena mudah ditampung dan diproses ulang. Cocok buat kamu yang ingin ekspor dalam jumlah besar tanpa takut belut cepat rusak.
- Belut Olahan
Jenis ini punya nilai tambah paling tinggi. Contohnya:
- Unagi Kabayaki
- Fillet belut
- Belut panggang
- Belut asap
Produk olahan punya nilai tambah lebih tinggi dan lebih stabil permintaannya.
Syarat & Dokumen untuk Ekspor Belut
Bagian ini penting banget. Tanpa dokumen lengkap, belut kamu bisa tertahan di pelabuhan.
Dokumen yang Umumnya Dibutuhkan:

- NIB (Nomor Induk Berusaha)
- Surat Keterangan Asal (SKA)
- Health Certificate / Sertifikat Kesehatan Ikan (KKI) dari karantina
- Packing List & Invoice
- Bill of Lading / Airway Bill
- HACCP / Sertifikat Pengolahan (untuk belut olahan)
- Sertifikat fumigasi (jika diminta buyer)
Tips: Selalu cek persyaratan negara tujuan, karena tiap negara punya standar berbeda.
Cara Ekspor Belut dengan Mudah (Step by Step)
Nah, masuk ke inti pembahasan: Cara Ekspor Belut dari Indonesia ke pasar global.
- Tentukan Target Negara
Cari negara dengan permintaan tinggi, misalnya:
- Jepang
- Korea Selatan
- China
- Taiwan
- Singapura
- Eropa (terutama Belanda dan Jerman)
Pahami peraturan impor masing-masing negara.
- Cari Buyer atau Importir
Kamu bisa dapat buyer lewat:
- Marketplace B2B (Alibaba, Tradekey, EC21)
- Pameran internasional
- Eksportir perantara
- Asosiasi perikanan
- Media sosial dan website perusahaan
Tip: Gunakan foto produk yang profesional. Buyer luar negeri sangat sensitif soal kualitas.
- Siapkan Produk yang Siap Ekspor
Untuk belut segar:
- Pilih belut ukuran seragam
- Pastikan sehat, aktif, dan bebas penyakit
- Karantina minimal 24 jam sebelum kirim
Untuk belut olahan:
- Standar kebersihan tinggi
- Kemasan food grade
- Penuhi standar HACCP
- Urus Perizinan dan Sertifikat
Datang ke karantina ikan terdekat untuk uji kesehatan dan memperoleh Health Certificate.
- Proses Packing
Untuk belut hidup:
- Gunakan kantong oksigen & air bersih
- Tambah es gel agar suhu stabil
- Gunakan styrofoam tebal
Untuk frozen/olahan:
- Gunakan vacuum pack
- Pastikan suhu -18°C atau lebih rendah
- Kemasan kuat dan aman
- Kirim Barang
Kamu bisa pilih jalur:
- Udara (Air Cargo) – lebih cepat
- Laut (Sea Freight) – lebih murah untuk barang banyak
Kirim dokumen lengkap ke buyer, dan beres!
Tips Biar Ekspor Belut Kamu Berjalan Lancar
- Jangan bohong soal kualitas. Buyer luar negeri sangat ketat dan gampang blacklist kalau zonk.
- Jaga komunikasi. Update proses packing dan pengiriman secara real time.
- Gunakan forwarder yang berpengalaman. Biar nggak ribet urus dokumen dan karantina.
- Selalu tes pasar kecil dulu. Kirim sample atau small shipment sebelum kontrak besar.
Potensi Keuntungan Ekspor Belut
Harga belut di pasar lokal mungkin Rp 30–40 ribu per kilo, tapi di luar negeri bisa mencapai beberapa kali lipat tergantung kualitas dan jenis olahan.
Belut segar: margin tipis tapi volumenya besar.
Belut olahan: margin jauh lebih tinggi karena nilai tambah.
Kalau dikelola serius, bisnis ekspor belut bisa jadi salah satu ladang cuan yang stabil dan berjangka panjang.
Dengan memahami jenis belut yang paling diminati pembeli luar negeri, kamu bisa menentukan strategi ekspor yang lebih tepat mulai dari memilih produk, menyiapkan kualitas, hingga menentukan harga jual. Semakin kamu paham karakter pasar global, semakin besar peluang kamu untuk menembusnya.
Baca juga: Cara Ekspor Barang ke Jepang – Syarat, Dokumen, & Tips Sukses
Siap Belajar Ekspor Lebih Dalam? Ikuti Pelatihan Go Export!
Kalau kamu ingin benar-benar serius masuk dunia ekspor dan pengin dibimbing sampai paham tahap demi tahap, Go Export punya berbagai pilihan program yang bisa kamu ikuti:
- Pelatihan Ekspor Intensif – cocok buat pemula yang ingin mulai dari nol.
- Kelas Workshop Ekspor – belajar sambil praktik langsung.
- Kelas Seminar Ekspor – mendapatkan wawasan lengkap dari praktisi ekspor berpengalaman.
Yuk, ambil langkah pertama menuju pasar global. Daftar sekarang di Go Export dan mulai perjalanan ekspor kamu dengan bimbingan profesional!





2 Komentar
Pingback: Inilah Cara Ekspor Pinang yang Benar untuk Pemula + Tipsnya!
Pingback: Panduan Cara Ekspor Impor Barang dengan Benar dan Legal