goexport.org – Euis Rohaini Ekspor Batik, Dari Keranjang Bambu ke Panggung Internasional. Kalau dengar nama Euis Rohaini Ekspor Batik, mungkin yang terbayang sekarang adalah produk fesyen batik yang siap tembus pasar luar negeri. Tapi perjalanan Euis Rohaini berusia 47 tahun, pengusaha asal Cilacap, Jawa Tengah ini, nggak instan dan penuh proses.
Lewat brand UMKM-nya, Rajasa Mas, Euis awalnya dikenal dengan produk kerajinan keranjang cucian berbahan bambu yang dipadukan dengan kain batik. Produk unik ini bahkan sudah berhasil masuk pasar ekspor. Dari situ, mentalnya makin terasah kalau produk lokal dikemas dengan serius, pasar global bukan cuma mimpi.
Baca juga: Cara Ekspor Sekam Padi dari Indonesia, Ini Syaratnya
Bali Jadi Target Pasar Potensial
Nggak cuma Euis yang melihat Bali sebagai pasar strategis. Liana (34), pemilik Sukarno Batik asal Banjarnegara, juga punya semangat serupa. Lolos kurasi dan ikut pameran di Pulau Dewata jadi kesempatan emas buat memperluas jaringan.
Targetnya jelas:
Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Shinta Nana Sujana, menyampaikan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk membuka jalan UMKM menuju pasar global.
Hasilnya nggak main-main:
Semangat Tak Pernah Berhenti
Meski sudah punya pasar luar negeri, Euis nggak mau berhenti di situ. Ia aktif ikut berbagai kegiatan seperti Kontak Bisnis dan Pameran yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Dekranasda di Trans Studio Mal Denpasar, Bali (20–21 Juli 2024). Kali ini, fokusnya jelas: mengenalkan produk batik dalam bentuk kain dan fesyen siap pakai. “Saya bawa batik karena ingin mengenalkan karya saya. Siapa tahu bisa lanjut ekspor lagi,” ujarnya optimistis. Menariknya, bahkan sebelum pameran resmi dibuka, sudah ada lima buyer dari Bali yang tertarik menjajaki kerja sama. Ini bukti bahwa peluang selalu terbuka buat yang mau gerak duluan.Bali Jadi Target Pasar Potensial
Nggak cuma Euis yang melihat Bali sebagai pasar strategis. Liana (34), pemilik Sukarno Batik asal Banjarnegara, juga punya semangat serupa. Lolos kurasi dan ikut pameran di Pulau Dewata jadi kesempatan emas buat memperluas jaringan.
Targetnya jelas:
- Dapat buyer tetap
- Cari reseller rutin
- Bisa titip produk setiap bulan
- Menyasar cottage dan penginapan sebagai market baru
Dampak Nyata untuk UMKM Jawa Tengah
Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Shinta Nana Sujana, menyampaikan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk membuka jalan UMKM menuju pasar global.
Hasilnya nggak main-main:
- Tiga UMKM langsung tanda tangan kerja sama
- Enam buyer terlibat
- Nilai transaksi tembus Rp23,21 miliar
- Total 20 UMKM ikut serta dalam pameran
Peluang Besar dari KEK Kura Kura Bali
Menariknya lagi, Bali juga tengah bersiap dengan proyek besar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. The Grand Outlet Bali (GOB) akan dibangun di lahan 4,7 hektar dan ditargetkan beroperasi awal 2026. Proyek ini diprediksi:- Membuka 1.200 lapangan kerja
- Mengusung konsep arsitektur Bali yang ramah lingkungan
- Menghadirkan brand internasional dengan konsep “Desa Bhineka”
- Menyediakan area rooftop dengan panorama sunset laut lepas
Rahasia Euis Rohaini Ekspor Batik Bisa Tembus Mancanegara
Banyak orang melihat hasilnya, tapi nggak semua tahu proses di balik layar perjalanan Euis Rohaini Ekspor Batik. Dari usaha lokal di Cilacap sampai dipercaya buyer luar negeri, tentu ada strategi dan pola pikir yang dijaga konsisten. Nah, ini dia beberapa “rahasia” yang bikin langkah Euis makin kuat di pasar global: 1️⃣ Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas Euis nggak tergoda produksi besar-besaran kalau kualitas belum siap. Setiap detail batik diperhatikan, mulai dari bahan kain, ketahanan warna, sampai finishing. Buyer luar negeri biasanya sangat detail. Kalau sekali kecewa, bisa sulit dipercaya lagi. Jadi menjaga standar kualitas adalah fondasi utama. 2️⃣ Berani Ikut Pameran dan Buka Jaringan Salah satu kunci penting dalam perjalanan Euis Rohaini Ekspor Batik adalah aktif ikut pameran dan kontak bisnis. Banyak pelaku UMKM menunggu pembeli datang sendiri, tapi Euis justru menjemput peluang. Dari event daerah sampai luar kota, semua dimanfaatkan untuk memperluas relasi dan memperkenalkan produk. Networking ini yang akhirnya membuka pintu kerja sama ekspor. 3️⃣ Adaptif dengan Tren Tanpa Hilangkan Identitas Batik memang tradisional, tapi pasar global butuh sentuhan modern. Euis melakukan inovasi pada:- Model pakaian
- Kombinasi warna
- Packaging yang lebih premium
- Produk turunan seperti fesyen siap pakai
Dari UMKM Lokal ke Pasar Global, Semua Bisa Dimulai Hari Ini
Perjalanan Euis Rohaini Ekspor Batik membuktikan bahwa menembus pasar internasional bukan cuma milik perusahaan besar. UMKM pun bisa, asal punya strategi yang jelas, kualitas terjaga, dan mau terus belajar. Ekspor bukan soal keberuntungan semata. Ada ilmu di baliknya — mulai dari memahami regulasi, negosiasi dengan buyer, manajemen produksi, sampai strategi branding global. Ketika semua itu dipelajari dengan benar, peluang terbuka jauh lebih lebar. Kalau Euis bisa memulai dari Cilacap dan menembus pasar luar negeri, bukan tidak mungkin Anda jadi kisah sukses berikutnya. Baca juga: Cara Ekspor Cengkeh ke Luar Negeri yang Aman dan LegalSiap Go Global? Ikuti Pelatihan Ekspor di Go Export!
Jangan jalan sendiri. Tingkatkan skill dan strategi bisnis Anda lewat pelatihan ekspor, workshop, dan seminar bersama Go Export.Di sini Anda bisa belajar langsung tentang:
- Cara menemukan buyer luar negeri
- Strategi negosiasi ekspor
- Prosedur dan dokumen ekspor
- Branding produk agar siap pasar global
Saatnya naik level dan bawa produk Anda ke pasar internasional. Daftar sekarang dan mulai perjalanan ekspor Anda bersama Go Export!




