GOEXPORT.ORG Jawab Tantangan Global: 25 Pelaku Usaha Langsung Pitching ke Buyer Internasional di Acara Gathering & Bootcamp GOEXPORT.ORG di Surakarta
Semangat optimisme membara dari para member komunitas GOEXPORT.ORG yang hadir di Solo. Ratusan member dari berbagai kota berkumpul di Pedan Ballroom Sahid Jaya Hotel Solo dalam rangkaian penutup Gathering & Bootcamp GOEXPORT.ORG 2025. Acara yang diinisiasi oleh komunitas GOEXPORT.ORG yang berkolaborasi dengan DnA Entrepreneur Academy dan ASBF Jateng ini bukan sekadar pelatihan teori, melainkan sebuah panggung nyata bagi 25 member terpilih untuk langsung berhadapan dan mempresentasikan produk mereka kepada buyer (pembeli) internasional.
Sesi pitching ini menjadi puncak dari kegiatan dua hari yang berfokus pada kesiapan ekspor, di mana para buyer dari berbagai negara seperti Arab Saudi, Azerbaijan, dan Palestina hadir untuk mencari potensi produk Indonesia.
Yustinus Dwi Atmojo, salah mentor di komunitas GOEXPORT.ORG, menegaskan bahwa kesempatan emas ini adalah jembatan tercepat bagi member komunitas untuk menembus pasar global.

“Kesempatan pitching ini sangat langka dan harus dimanfaatkan maksimal. Jika hari ini ada kesepakatan (deal), maka di Kota Solo ini kembali melahirkan eksportir baru. Komunitas kami bukan hanya tempat belajar, tetapi wadah praktik nyata ekspor, lengkap dengan akses buyer dan dukungan pemerintah,” tegas Yustinus.

Jaminan Dukungan dari Pemerintah dan Ekosistem 15 Negara
Dukungan penuh terhadap akselerasi ekspor UMKM ini juga hadir dari pemerintah pusat. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Fajarini Puntodewi, S.H., M.Si., yang mewakili Menteri Perdagangan, memaparkan data yang membesarkan hati.
“Ekspor UMKM kita periode Januari hingga September tahun ini mencapai USD 9,8 miliar, naik signifikan dan kini menyumbang 48% dari total ekspor nasional. Ini menunjukkan UMKM kita mampu bersaing,” ujar Fajarini.
Beliau juga menekankan pentingnya memanfaatkan Fasilitas Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement – FTA) yang telah membuka peluang tarif masuk nol persen ke puluhan negara. Kemendag siap memfasilitasi melalui berbagai program seperti Export Readiness Assessment Tools (ERAT), fasilitasi HACCP, dan Export Center.
Sementara itu, Pemerintah Kota Surakarta, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Surakarta, Tulus Widajat, S.E., M.Si., menyatakan bahwa penguatan kapasitas UMKM menuju pasar internasional adalah visi utama kota.

Kolaborasi Logistik dan Pembiayaan Jadi Kunci
Selain panggung pitching dan dukungan regulator, para peserta juga mendapatkan panduan praktis dari ekosistem penunjang ekspor, mulai dari pembiayaan, logistik, hingga strategi distribusi.
Sejumlah mitra strategis seperti BNI, DHL, serta Mitra Kargo Indonesia selaku perusahaan penyedia jasa kargo internasional, hadir untuk memberikan konsultasi langsung. Fokus utama dalam sesi ini adalah memastikan member komunitas memahami detail teknis, mulai dari urusan Letter of Credit (L/C) hingga pengiriman Less Container Load (LCL).
ASBF Jateng bahkan mengumumkan koneksi mereka ke 15 negara yang siap membuka jalur LCL baru bagi member komunitas GOEXPORT.ORG. Yustinus optimis, jika 200 member komunitas yang hadir dalam ruangan tersebut bertransformasi menjadi eksportir, Indonesia akan memiliki devisa yang kuat dan daya saing global yang makin meningkat.
Acara ini ditutup dengan semangat besar, menandai kesiapan GOEXPORT.ORG untuk menjadi salah satu sentra pencetak eksportir kompeten yang berdaya saing di pasar dunia.




